Magetan (beritajatim.com) – Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, mengusulkan agar roti bolu atau roti ndok khas Desa Sidomukti dimasukkan ke dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Usulan tersebut sebagai bentuk keberpihakan nyata terhadap produk UMKM lokal Magetan.
Hal ini disampaikan saat Sosialisasi fan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG 2026 yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Ballroom Hotel Mercure Madiun, Senin (9/2/2026)
Menurut Suyatni, keterlibatan produk pangan lokal seperti roti ndok akan memberi dampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat. Ia menilai, dominasi produk pabrikan besar justru menjauhkan MBG dari tujuan awal pemerintah pusat untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“Kenapa tidak roti ndok saja yang masuk menu MBG? Itu produk lokal, khas Magetan. Jangan semuanya dari pabrikan besar,” katanya saat ditemui di Kantor Pemkab Magetan, Selasa (10/2/2026)
Selain produk olahan lokal, Suyatni juga menyoroti praktik penyediaan bahan pangan SPPG yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ia mencontohkan adanya yayasan pengelola yang bahan makanannya dikirim dari daerah lain, bahkan dari luar provinsi.
“Kalau yayasannya dari Jakarta lalu bahan makanannya dikirim dari sana, di Magetan tidak ada penyerapan apa pun. Padahal tujuan awal presiden jelas untuk menggerakkan potensi ekonomi lokal,” ujarnya.
Suyatni menegaskan, Magetan memiliki ketersediaan pangan yang sangat mencukupi untuk menopang program MBG. Di sektor peternakan, produksi ayam potong di Magetan mencapai 22,4 juta ekor per tahun dengan sistem panen bersiklus sekitar dua bulan sekali.
Tak hanya itu, populasi ayam petelur di Magetan tercatat sekitar 2,6 juta ekor, dengan surplus produksi telur mencapai 65 ribu ton per tahun. Potensi tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dalam program MBG.
Ia juga mendorong variasi sayuran lokal agar masuk dalam daftar bahan pangan SPPG. Menurutnya, pemilihan menu tidak seharusnya terbatas pada jenis sayuran tertentu, tetapi disesuaikan dengan potensi pertanian daerah.
“Sayur-sayuran lokal Magetan itu banyak. Tinggal bagaimana itu dimasukkan dalam daftar yang boleh dibeli oleh SPPG,” pungkasnya. [fiq/but]






