Surabaya (beritajatim.com) – PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim mencatatkan performa gemilang pada tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 27,86 miliar. Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 36,23% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekspansif ini menjadi modal kuat bagi bank milik Pemprov Jatim tersebut untuk menatap tahun 2026 dengan target yang lebih optimis.
Dalam RUPS Tahunan di Hotel Wyndham, Surabaya (10/2/2026), Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, mengungkapkan bahwa total aset perusahaan juga meningkat tajam sebesar 14,93% menjadi Rp3,95 triliun.
Bank UMKM Jatim terus memperkuat mandatnya dalam mendukung ekonomi kerakyatan melalui visi Nawa Bhakti Satya. Hingga akhir 2025, penyaluran kredit mencapai Rp3,32 triliun, di mana mayoritas atau 93,65% dialokasikan ke sektor produktif seperti perdagangan, pertanian, dan peternakan.
Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan yang drastis. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan dari 9,94% di tahun 2024 menjadi 7,54% di tahun 2025. “Kami menargetkan penurunan NPL hingga menyentuh angka 5% pada tahun 2026,” tegas Irwan.
Menyambut tahun 2026, Bank UMKM Jatim telah menyusun rencana bisnis yang optimistis namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Beberapa target utama yang dicanangkan antara lain:
* Target Pertumbuhan: Penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) dipatok tumbuh sebesar 11%.
* Pertumbuhan Aset: Total aset ditargetkan meningkat sebesar 10,08%.
* Prioritas Sektor: UMKM tetap menjadi pilar utama dengan porsi mencapai 93% dari total nasabah.
* Ekspansi Kredit Konsumtif: Bank akan lebih agresif menggarap pembiayaan konsumtif, termasuk kredit kepemilikan emas batangan dan kredit kendaraan bermotor yang akan ditingkatkan intensitasnya dibanding tahun lalu.
Untuk mendukung target tersebut, Bank UMKM Jatim tengah mempercepat proses perizinan Mobile Banking guna melengkapi layanan QRIS dan ATM 24 jam yang sudah tersedia. Inovasi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nasabah akan transaksi yang cepat dan aman.
“Inovasi digital adalah keharusan. Dengan peringkat ‘Bank Sehat’ dan rasio modal (CAR) yang kokoh di angka 30,15%, kami yakin kolaborasi dengan program Pemprov akan membawa pertumbuhan yang lebih inklusif bagi masyarakat Jawa Timur,” pungkas Irwan.[rea]






