Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya (FILKOM UB) resmi memulai rangkaian kegiatan akademik semester baru melalui Orientasi Pendidikan (Ordik) Pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan luring di Gedung F FILKOM UB pada Senin (09/02/2026) ini diikuti 37 mahasiswa baru program magister hingga doktor.
Forum ini menjadi langkah strategis fakultas dalam menyatukan visi riset bertajuk Smart Digital Innovation sekaligus menanamkan etika akademik di tengah gempuran teknologi kecerdasan buatan.
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Program Studi Doktor Ilmu Komputer, Dr. Candra Dewi, S.Kom., M.Sc., melaporkan bahwa peserta Ordik kali ini terdiri dari tiga program studi. Rinciannya meliputi 13 mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Komputer, 8 mahasiswa Program Studi Magister Sistem Informasi (MSI), serta 16 mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Komputer.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan awal terkait sistem akademik, kurikulum, serta pengenalan lingkungan di FILKOM UB. Kami ingin mahasiswa baru memahami budaya akademik yang akan mereka jalani beberapa tahun ke depan,” ujar Candra Dewi dalam sambutannya.
Dekan FILKOM UB, Ir. Tri Astoto Kurniawan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., menekankan pentingnya perencanaan studi sejak hari pertama. Ia menegaskan bahwa FILKOM kini memiliki arah pengembangan riset spesifik di bawah payung Smart Digital Innovation.
“Payung besar kita adalah Smart Digital Innovation, baik untuk pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Penelitian S2 maupun S3 akan kita arahkan ke sana agar sesuai karakteristik fakultas,” tegas Tri Astoto.
Lebih jauh, Dekan mengingatkan bahwa pendidikan pascasarjana bukan sekadar formalitas mengejar ijazah. Ia menuntut adanya transformasi diri pada setiap mahasiswa.
“Ijazah hanyalah tanda kita pernah sekolah, namun esensinya adalah apakah kita sudah melakukan transformasi pemikiran, sikap, serta perilaku. Kualitas pemikiran lulusan S2 maupun S3 harus tercermin dari integritasnya. Jangan sampai lulusan doktor cara berpikir atau mentalnya tidak lebih baik dari lulusan di bawahnya. Ini tantangan kita bersama,” imbuhnya.
Hadir memberikan arahan, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., menyoroti posisi strategis ilmu komputer yang bersifat multidisipliner. Ia juga memaparkan standar kelulusan ketat bagi mahasiswa pascasarjana UB.
Prof. Imam menjelaskan bahwa mahasiswa S2 wajib mempublikasikan riset minimal di jurnal nasional terakreditasi Sinta 2 atau jurnal internal UB. Sementara bagi program doktor (S3), mahasiswa didorong menghasilkan kebaruan (novelty) dengan kewajiban minimal dua publikasi di jurnal internasional bereputasi.
Ia juga memberikan peringatan keras terkait penggunaan Generative AI. Menurutnya, integritas akademik harus tetap menjadi panglima.

“Teman-teman di FILKOM mungkin sangat dekat dengan teknologi AI, namun penggunaannya harus bijak dengan tetap memegang teguh etika keilmuan. Dalam riset, jangan pernah memanipulasi data hanya untuk membuktikan hipotesis. Riset yang hasilnya tidak terbukti pun tetaplah sebuah temuan ilmiah asalkan metodologinya benar. Etika, moral, serta kejujuran ilmiah adalah faktor kunci keberhasilan,” pesan Prof. Imam.
Guna mendukung target publikasi tersebut, Wakil Dekan Bidang Akademik FILKOM, Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D., memastikan ketersediaan infrastruktur mumpuni. Pihaknya memperkenalkan berbagai fasilitas laboratorium hingga perangkat lunak pendukung riset.
“Kami menyediakan fasilitas laboratorium serta memberikan dukungan lisensi perangkat lunak legal seperti MATLAB secara gratis. Fasilitas ini jika dinominalkan sangat mahal, namun kami berikan cuma-cuma demi menunjang kelancaran riset mahasiswa,” ungkap Sabriansyah.
Sabriansyah juga merinci demografi mahasiswa baru yang beragam. Peserta berasal dari lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta, politeknik, hingga praktisi yang sudah bekerja. Asal domisili pun bervariasi mulai dari Jawa Timur, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara.
Peluang Bagi Profesional Lewat Jalur Reguler 2
Melengkapi paparan akademik, Ketua Program Studi Magister Ilmu Komputer, Dr.Eng. Fitra Abdurrachman Bachtiar, S.T., M.Eng., menjelaskan fleksibilitas program studi melalui jalur Reguler 2.
“Kami membuka kesempatan bagi masyarakat yang sudah bekerja untuk tetap bisa menempuh pendidikan S2 atau S3 melalui program Reguler 2. Saat ini ada beberapa mahasiswa di jalur ini yang menyeimbangkan antara karier profesional dengan studi,” jelas Fitra Abdurrachman.
Terkait prospek karier, Fitra menegaskan kurikulum pascasarjana didesain untuk mencetak peneliti handal.
“Profil lulusan kami arahkan menjadi peneliti yang bisa melanjutkan ke jenjang doktoral, atau menjadi dosen serta tenaga ahli di berbagai perguruan tinggi terkemuka Indonesia,” pungkasnya. (dan/but)






