Surabaya (beritajatim.com) – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh jajaran pengurus untuk melakukan gerakan pencegahan terpadu guna merespons lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Langkah taktis ini mewajibkan struktur partai bergerak aktif menggandeng masyarakat serta fasilitas kesehatan di tingkat lokal demi memutus rantai penularan.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Deni Wicaksono, menegaskan bahwa respons cepat sangat diperlukan mengingat dinamika cuaca dan mobilitas warga yang tinggi saat ini. Upaya antisipatif ini dirancang agar penanganan di tingkat komunitas berjalan lebih terkoordinasi dan tepat sasaran.
“DPD PDI Perjuangan Jawa Timur memandang perlu adanya langkah antisipatif dan respons cepat yang terkoordinasi di tingkat komunitas, karena DBD dipengaruhi cuaca, kepadatan permukiman, dan mobilitas masyarakat,” ujar Deni Wicaksono pada Sabtu (7/2/2026).
Instruksi ini secara khusus ditujukan kepada jajaran DPC, PAC, Ranting, hingga Anak Ranting di seluruh wilayah Jawa Timur. Kader diminta segera berkoordinasi dengan puskesmas untuk memetakan wilayah rawan serta memantau kondisi kesehatan warga secara berkala.
“Kami minta seluruh struktur partai membantu pemantauan kondisi kesehatan warga dan mendukung penanganan bersama puskesmas, agar setiap temuan di lapangan bisa ditindaklanjuti dengan cepat,” kata Deni.
Selain langkah kuratif, partai berlogo banteng moncong putih ini juga menginisiasi upaya promotif dan preventif melalui edukasi door-to-door. Seluruh kader didorong untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
“Edukasi soal 3M Plus, penggunaan kelambu, larvasida sesuai anjuran nakes, serta kerja bakti lingkungan harus dijalankan secara konsisten agar pencegahan bisa efektif,” ujarnya menambahkan.
Partai juga menginstruksikan pendampingan bagi warga yang mulai menunjukkan gejala medis mengarah pada infeksi virus dengue. Struktur partai di tingkat bawah wajib memastikan pasien mendapatkan penanganan medis sedini mungkin sesuai rekomendasi tenaga kesehatan profesional.
“Penanganan harus cepat, berbasis data, dan terkoordinasi dengan instansi kesehatan,” ucap Deni menegaskan komitmen partai dalam menghadapi krisis kesehatan musiman ini.
Deni juga memerintahkan anggota fraksi di DPRD serta kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk memberikan atensi penuh pada kebijakan anggaran kesehatan. Langkah ini penting guna menjamin ketersediaan fasilitas dan logistik pencegahan DBD yang memadai bagi masyarakat luas.
“Keselamatan rakyat adalah satu kesatuan perjuangan politik kami, dan itu diwujudkan lewat kerja nyata di lapangan,” pungkasnya. [asg/beq]






