Mojokerto (beritajatim.com) – Aparat TNI dan Polri bersinergi melakukan perbaikan rumah warga yang rusak akibat terjangan angin puting beliung di Dusun Sambirejo, Desa Wringinrejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jumat (6/2/2026). Langkah tanggap darurat ini difokuskan pada pemulihan infrastruktur hunian warga pascabencana guna menjamin keamanan serta kenyamanan masyarakat setempat.
Kapolsek Sooko, AKP Syaiful Isro’, menegaskan bahwa kegiatan bhakti sosial ini merupakan wujud nyata sinergi aparat dalam membantu masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Personel gabungan dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan material reruntuhan dan perbaikan struktur atap yang porak-poranda.
“Bhakti sosial ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian dan upaya membantu warga yang terdampak puting beliung, khususnya dalam mempercepat proses pemulihan rumah korban,” ungkap Syaiful Isro’ pada Jumat (6/2/2026).
Fokus utama penanganan ini ditujukan pada rumah-rumah yang mengalami kerusakan signifikan agar dapat segera dihuni kembali dengan layak.
Salah satu target utama perbaikan adalah kediaman Moch Sulcan (58), seorang tukang sol sepatu yang mengalami kerusakan paling parah pada bagian atap. Atap seng seluas 24 meter persegi milik korban dilaporkan terbang terhempas angin dengan estimasi kerugian materiil mencapai Rp15 juta.
Selain rumah Sulcan, petugas juga menangani kerusakan di kediaman Matsakur (60) yang terdampak lemparan material atap dari rumah tetangganya. Tim gabungan bahu-membahu mengangkut material seng yang menumpuk dan membersihkan puing-puing kayu yang membahayakan keselamatan penghuni rumah.
Kepala Desa Wringinrejo menyampaikan apresiasi mendalam atas respon cepat dan aksi nyata yang ditunjukkan oleh jajaran Polsek serta Koramil Sooko. Kehadiran personel keamanan di lapangan dinilai sangat krusial dalam mempercepat proses pemulihan fisik lingkungan sekaligus memberikan dukungan moril bagi para korban.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari Polsek Sooko dan Koramil Sooko yang telah memberikan respon positif terhadap warga yang rumahnya rusak akibat puting beliung,” tutur Kades Wringinrejo.
Ia menilai kolaborasi antarinstansi ini menjadi kunci utama dalam efektivitas penanganan bencana di tingkat desa.
Bencana angin puting beliung itu sendiri diketahui melanda kawasan Dusun Sambirejo pada Rabu (4/1/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Meski peristiwa terjadi beberapa waktu lalu, langkah perbaikan intensif terus dilakukan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan.
Aparat juga menghimbau masyarakat Mojokerto untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta memeriksa secara berkala kekuatan konstruksi bangunan, terutama bagian atap, guna meminimalisir risiko kerusakan saat terjadi angin kencang. [tin/beq]








