Nganjuk (beritajatim.com) – Sebagai upaya memperluas pendidikan inklusif dan merata, LMI Jawa Timur Perwakilan Nganjuk bersama Komunitas Pare Raya Peduli melaksanakan Sekolah Pelosok Nusantara (SPN) #4.
Program yang ditujukan untuk anak-anak di wilayah pelosok ini dilaksanakan di SDN 3 Perning, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.
Aan Yuliatmoko dari LMI Nganjuk mengatakan bahwa SPN #4 merupakan program pendampingan proses belajar anak-anak di wilayah terpencil untuk menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan dan bermakna. Program ini juga membuka kesempatan bagi para relawan turut berkontribusi dalam mendorong tumbuhnya kepercayaan diri anak-anak untuk semangat bermimpi dan bercita-cita sejak dini.
“Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari sejak 16 Januari 2026 ini diikuti oleh 41 siswa SDN 3 Perning bersama para guru dan kakak-kakak relawan. Mereka melakukan berbagai aktivitas edukatif mulai dari Kelas Inspirasi, Kelas Kreatif, dan Kelas Infrastruktur sejak pagi hingga sore hari di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Melalui Kelas Inspirasi, para relawan membagikan berbagai pengalaman inspiratif dan mengenalkan berbagai cita-cita dan profesi. “Anak-anak diberi motivasi dan keyakinan bahwa mereka semua memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Pada pelaksanaan Kelas Infrastruktur, anak-anak dan relawan bersama-sama melakukan perbaikan dan perawatan lingkungan sekolah. Melalui kegiatan gotong-royong mengecat dan merapikan fasilitas sekolah, mereka diajak belajar tentang kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga fasilitas belajar mengajar.
“Selain itu, ada juga Kelas Kreatif yang menjadi ruang bagi anak-anak untuk berimajinasi dan mengekspresikan diri melalui berbagai aktivitas seni dan kreasi. Aktivitas yang melibatkan kreativitas ini diharapkan dapat membantu anak-anak mengenali potensi dirinya serta menumbuhkan rasa percaya diri dalam berkarya,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, Aan menjelaskan bahwa LMI Nganjuk memberikan dukungan dana untuk bingkisan alat-alat sekolah bagi para siswa. “Dukungan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar anak-anak sekaligus menjadi penyemangat agar mereka semakin termotivasi dalam menempuh pendidikan,” jelas Aan.
Citra, salah satu siswa kelas 6 menyampaikan rasa senangnya atas kegiatan SPN ini. Menurutnya, pembelajaran yang diberikan berbeda dengan kelas sehari-hari sehingga membangkitkan motivasi belajar. “Rasanya jadi makin semangat belajar dan dapat pengalaman baru bersama kayak-kakak relawan,” ujarnya.
Terakhir, Aan berharap anak-anak di daerah pelosok bisa mendapatkan kesempatan yang sama melalui uluran tangan kita. Tak kalah penting, kepedulian, kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak akan dapat membantu membuka jalan masa depan mereka. “Karena sejatinya investasi terbaik untuk kemajuan bangsa adalah pendidikan generasi penerusnya,” pungkas Aan. [nm/ted]






