Mojokerto (Beritajatim.com) – Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto pada, Kamis (5/2/2026) sore memicu terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah titik di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Berdasarkan pantauan Aplikasi BMKG Juanda, curah hujan tinggi terjadi sejak sore hari. Akibatnya, dua lokasi dilaporkan terdampak longsor, yakni di Dusun Jaten, Desa Selotapak, serta Petak 17A RPH Trawas BKPH Penanggungan KPH Pasuruan, Desa Kedungudi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim mengatakan longsor pertama terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Dusun Jaten, Desa Selotapak. Material longsor memiliki ketebalan sekitar 150 sentimeter dengan tinggi enam meter dan panjang empat meter.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Material longsor berhasil dievakuasi dan dibersihkan pada pukul 20.00 WIB. Longsor disertai pohon tumbang juga terjadi di Petak 17A RPH Trawas BKPH Penanggungan KPH Pasuruan,” ungkapnya, Jumat (6/2/2026).
Material longsor bercampur pohon nyampo berdiameter sekitar 25 sentimeter, pohon waru sekitar 20 sentimeter, serta bongkahan kayu berukuran kurang lebih 1 x 1,5 meter. Longsoran memiliki ketebalan sekitar dua meter, tinggi lima meter, dan panjang empat meter.
Evakuasi material longsor dan pohon tumbang di lokasi kedua selesai pada pukul 20.55 WIB. Penanganan kejadian melibatkan BPBD Kabupaten Mojokerto bersama FPRB, DPUPR, TNI/Polri, Perhutani, KSB (Kampung Siaga Bencana), perangkat desa, serta masyarakat setempat.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan longsor agar tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan,” katanya. [tin/ted]






