Surabaya (beritajatim.com) – Layanan perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya sempat mengalami kendala signifikan pada Rabu (4/2/2026). PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan permohonan maaf resmi menyusul dua insiden terpisah yang mengakibatkan sejumlah kereta api mengalami keterlambatan hingga ratusan menit.
Gangguan pertama terjadi pada sore hari akibat faktor eksternal, sementara insiden kedua melibatkan kecelakaan di perlintasan sebidang pada malam harinya.
Insiden pertama dilaporkan terjadi pada pukul 15.20 WIB di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) No. 398, petak jalan antara Stasiun Kandangan dan Stasiun Tandes. Sebuah truk menjatuhkan muatannya tepat di atas rel, sehingga menghalangi laju kereta.
KAI segera mengerahkan unit pengamanan dan petugas jalan rel untuk membersihkan jalur. Meski penanganan tergolong cepat—jalur hulu dinyatakan aman pada 15.33 WIB dan jalur hilir pada 16.02 WIB—insiden ini sempat menahan laju KA Barang Priukmas Cargo selama 15 menit.
Gangguan yang lebih serius terjadi pada pukul 21.10 WIB. KA 41 (Sembrani) terlibat insiden tertemper sebuah mobil di JPL 266, petak jalan Stasiun Pucuk – Stasiun Gembong. Diketahui, lokasi tersebut merupakan perlintasan yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat.
Akibat insiden ini, KAI harus melakukan pemeriksaan sarana secara menyeluruh guna memastikan kelayakan rangkaian sebelum melanjutkan perjalanan. Dampak berantainya cukup terasa pada jadwal perjalanan beberapa kereta api unggulan:
* KA 41 (Sembrani): Terlambat 245 menit.
* KA 303 (Parcel Utara): Terlambat 160 menit.
* KA 483 (CL Jenggala): Terlambat 152 menit.
* KA 145 (Blambangan): Terlambat 44 menit.
* KA 253 (Kertajaya): Terlambat 45 menit.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menegaskan bahwa langkah evakuasi dan pemeriksaan dilakukan secara ketat demi menjamin keselamatan penumpang. KAI juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban dalam insiden yang melibatkan KA Sembrani tersebut.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Sejak awal kejadian, tim di lapangan telah bekerja cepat dan terukur sesuai prosedur keselamatan untuk menormalisasi jalur secepat mungkin,” ujar Mahendro, Kamis (5/2).
KAI kembali memberikan peringatan keras kepada masyarakat agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Jalur kereta api merupakan area terbatas dengan risiko nyawa yang sangat tinggi. Masyarakat dilarang keras beraktivitas di sepanjang jalur rel demi keselamatan bersama.[rea]






