Pasuruan (beritajatim.com) – Daya tarik ekonomi di wilayah Kabupaten Pasuruan kian memikat para pemodal besar sepanjang kalender tahun 2025 kemarin. Aliran modal yang masuk ke sektor non-UMK tercatat melaju sangat kencang hingga melampaui ekspektasi yang dipatok oleh pemerintah daerah.
Total nilai investasi yang berhasil dibukukan menyentuh angka fantastis Rp 15,92 triliun dari target awal yang hanya berada di kisaran Rp 12,9 triliun. Lonjakan ini membuktikan bahwa daerah ini masih menjadi primadona bagi pengembangan industri berskala nasional maupun internasional.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Pasuruan, Ridwan Harris, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari konsistensi dalam menjaga stabilitas iklim usaha. “Alhamdulillah, realisasi investasi tahun 2025 melampaui target, ini menunjukkan kepercayaan investor terus meningkat,” ungkap Harris.
Performa positif ini terlihat sejak awal tahun di mana pada Triwulan I saja realisasi modal sudah menembus angka Rp 4,07 triliun. Meskipun sempat fluktuatif di pertengahan tahun, pergerakan investasi kembali meledak pada pengujung tahun dengan tambahan hampir Rp 5 triliun.
Penyederhanaan birokrasi melalui sistem pelayanan terpadu serta dukungan infrastruktur kawasan industri menjadi magnet utama bagi para penanam modal. Kepastian hukum dan transparansi perizinan membuat para pelaku usaha tidak ragu untuk mengucurkan dana segar guna ekspansi bisnis mereka.
Efektivitas pelayanan publik ini membawa Kabupaten Pasuruan merangkak naik ke jajaran elit daerah dengan performa ekonomi terbaik di tingkat provinsi. “Pada Triwulan IV, Kabupaten Pasuruan berada di peringkat ketiga realisasi investasi se-Jatim, setelah Surabaya dan Gresik,” jelas Harris.
Keberhasilan menempati posisi tiga besar di Jawa Timur ini menjadi suntikan motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus membenahi kualitas layanan. Sinergi antar perangkat daerah akan semakin diperkuat guna memastikan tren positif ini tetap terjaga pada tahun-tahun mendatang.
Pemerintah berharap besarnya angka investasi ini bisa berbanding lurus dengan serapan tenaga kerja lokal yang lebih masif. “Target kami bukan hanya angka investasi, tetapi juga dampaknya bagi masyarakat mulai dari terbukanya lapangan kerja,” pungkasnya. [ada/aje]






