Jember (beritajatim.com) – Petani mempersoalkan realisasi program Optimasi Lahan (Oplah) di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Mereka mendesak DPRD Jember memediasi pertemuan dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Jember.
Haryanto, petani Desa Banjarsari, mengatakan, sawah di Banjarsari adalah jenis sawah tadah hujan. “Kalau musim kemarau, tidak ada air di Banjarsari. Lalu ada program Oplah berupa penampungan air yang diambil dari sungai,” katanya, Selasa (3/2/2026).
Program Oplah ini sudah dilaksanakan pada Agustus 2025. Namun ternyata penampungan air yang digunakan untuk mengaliri 19 hektare lahan sawah tidak sesuai harapan. Berdasarkan hasil tinjauan ke lokasi Oplah di Desa Banjasari, Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto meragukan daya tampung air di sana.
“Hari ini saat musim hujan dengan debit air yang tinggi, namun bak penampungan tersebut masih belum bisa memenuhi keinginan 19 hektare saah bisa dialiri, karena di penampungannya sendiri sedikit,” kata Candra.
Sementara di Desa Tisnogambar, Komisi B melihat pembangunan Oplah diselesaikan. Namun alat untuk menyedot dan mengalrkan air dari penampungan ke sawah belum tersedia. Haryanto mengatakan, pemanfaatan sumur bor di Tisnogambar belum maksimal karena mesin sibel masih bermasalah.
“Desa Banjarsari membutuhkan sumur bor. Sekarang musim hujan, banyak air. Tapi di musim kemarau petani kesulitan air. Maka di Banjarsari mendapat anggaran untuk penampungan, penampungan. Ini kan tidak masuk harapan petani,” kata Haryanto.
Haryanto berharap program Oplah bisa dikerjakan serius dan bermanfaat bagi petani pangan. Kesulitan air selama ini menyebabkan petani beralih komoditas dari tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kedelai ke kopi.
Penasaran dengan kondisi tersebut, Haryanto dan kawan-kawan menyurati Dinas TPHP Jember untuk meminta Rencana Anggaran Biaya (RAB) progeram Oplah. Mereka ingin tahu bagaimana sesungguhnya program itu direncanakan.
Usai meninjau lokasi, Candra berencana menggelar rapat dengar pendapat dengan mengundang petani dan Dinas TPHP Jember. “Masyarakat meminta keterbukaan informasi tentang rancangan anggaran biaya dan hasil dari yang dilaksanakan hari ini, baik manfaatnya maupun juga efektivitasnya terhadap optimalisasi lahan pertanian,” katanya. [wir]






