Pasuruan (beritajatim.com) – Kawasan Alas Kesiman di Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen, resmi menjadi pusat dimulainya Program Konservasi Hutan dan Daerah Tangkapan Air (KHDTA) untuk tahun 2026. Inisiatif kolaboratif ini mempertemukan puluhan perusahaan mitra dengan pemerintah daerah untuk mengembalikan fungsi hutan di lereng pegunungan Pasuruan.
Direktur Cempaka Foundation, Sarifudin Lathif, memaparkan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan penanaman di tahun-tahun sebelumnya yang telah mencakup ratusan hektare lahan. Tahun ini, fokus perluasan dilakukan di delapan lokasi berbeda dengan sistem pemantauan digital untuk menjamin transparansi pertumbuhan bibit.
“Target kami tahun 2026 ini adalah menanam 25.000 pohon di lahan seluas 35 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Pasuruan,” ujar Sarifudin Lathif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Tri Widya Sasongko, yang hadir membuka acara menekankan pentingnya sinergi ini mengingat luasnya lahan kritis di wilayahnya. Menurut data pemerintah, masih terdapat puluhan ribu hektare lahan yang membutuhkan penanganan serius guna menjaga cadangan air bawah tanah.
Pemerintah daerah kini telah memiliki payung hukum melalui Peraturan Bupati guna mengarahkan mekanisme konservasi agar lebih terukur dan tepat sasaran. Dukungan dari sektor swasta melalui dana tanggung jawab sosial dinilai menjadi mesin penggerak utama dalam percepatan penghijauan kembali.
“Kami akan terus mengawal proses konservasi ini agar lebih terarah, tidak hanya di Penanggungan tapi juga Arjuno Welirang dan Bromo,” kata Yudha Tri Widya Sasongko.
Program ini juga diapresiasi karena melibatkan kelompok masyarakat dan petani hutan secara langsung dalam proses perawatan pohon. Keterlibatan warga lokal memastikan bahwa pohon yang ditanam tidak hanya dibiarkan tumbuh, melainkan dijaga hingga memberikan dampak ekonomi hijau.
“Program KHDTA ini tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat yang terlibat,” pungkas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa. (ada/but)






