Blitar (beritajatim.com) – Puluhan warga Dusun Darungan Kelurahan Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mereka mengadu adanya polusi udara yang ditimbulkan oleh pabrik material konstruksi.
Salah satu warga, Lola mengaku bahwa pabrik tersebut menimbulkan asap dan debu yang mengganggu kondisi kesehatan warga. Bahkan anaknya kini sering mengalami batuk dan sempat divonis mengalami gangguan paru. Penyakit itu diduga imbas sering menghirup asap tebal yang dihasilkan oleh pabrik.
“Rumah saya jarak 4 rumah dari lokasi pabrik, itu asapnya yang sangat mengganggu,” ucap Lola pada Senin (2/2/2026).
Menurut warga, pabrik tersebut sudah beroperasi sejak lama. Kondisi ini pun sudah dikeluhkan warga berulang, namun keluhan warga ini belum ditindaklanjuti oleh perusahaan.
“Anak saya itu yang sering batuk bahkan saat kemarin ke dokter katanya kena parunya,” tandasnya.
Warga lain, Jafar Sodiq menyebut bahwa pabrik aspal dan pemecah batu tersebut beroperasional hingga larut malam. Kondisi ini tentu mengganggu warga yang sedang beristirahat.
“Truk-truk masih beraktivitas sampai malam. Padahal kesepakatannya jam 4 sore sudah tutup operasionalnya, namun masih terus lanjut sampai tengah malam,” ucap Jafar.
Warga pun berharap ada solusi atas permasalahan ini. Sehingga warga tidak lagi merasakan dampak negatif dari polusi udara yang dihadirkan pabrik.
“Jarak terdekat rumah dengan pabrik 35 meter. Rumah terdekat mengalami rusak, sampai rontok,” tandasnya. (owi/but)






