Kediri (beritajatim.com) – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri Tahlil Bersama dalam rangka Haflatuttasyakkur Li-Ikhtitamidduruus Madrasah Raudlatul Mubtadi-ien Pondok Pesantren Salafiyyah. Kegiatan berlangsung di lingkungan Ponpes Salafiyyah, Kota Kediri.
Dalam kesempatan tersebut, Vinanda Prameswati menerima cinderamata dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri, KH Abu Bakar Abdul Jalil, sebagai bentuk apresiasi dan silaturahmi antara Pemerintah Kota Kediri dengan lingkungan pesantren.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para ustadz dan ustadzah yang dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan keteladanan telah mendidik serta membimbing para santri. Perjuangan panjenengan semua adalah amal jariyah yang pahalanya terus mengalir, karena melahirkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak, dan beriman,” ujar Vinanda Prameswati.
Menurut Mbak Wali, Kota Kediri sejak lama dikenal sebagai kota santri dan menjadi rujukan dalam menimba ilmu agama. Hal tersebut tidak lepas dari peran pondok pesantren, termasuk Pondok Pesantren Salafiyyah yang konsisten menjaga tradisi keilmuan Islam, adab, dan akhlakul karimah.
Keberadaan Madrasah Raudlatul Mubtadi-ien dan Ponpes Salafiyyah disebut menjadi bagian penting dari identitas dan kekuatan Kota Kediri. Pemerintah Kota Kediri meyakini bahwa pembangunan manusia tidak hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas iman, ilmu, dan akhlak.
“Oleh karena itu, kontribusi pesantren dan madrasah sangat berperan dalam meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Kediri, khususnya pada dimensi pendidikan, karakter, dan kehidupan sosial yang religius,” ungkapnya.
Vinanda menegaskan bahwa ilmu yang diajarkan di pesantren tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menata hati dan membentuk kepribadian santri.
“Ilmu yang diajarkan di pesantren tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menata hati dan membentuk kepribadian. Inilah fondasi penting bagi lahirnya masyarakat yang beradab, rukun, dan berdaya saing,” katanya.
Melalui momentum Haflatuttasyakkur ini, ia berharap Madrasah Raudlatul Mubtadi-ien dan Pondok Pesantren Salafiyyah Kota Kediri semakin berkembang, dipercaya masyarakat, dan terus melahirkan generasi Qur’ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari pesantren-pesantren di Kota Kediri juga diharapkan lahir anak-anak yang kelak menjadi ulama, pendidik, pemimpin, dan penggerak kebaikan, yang membawa kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan daerah tercinta ini,” imbuhnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Pengasuh Ponpes Salafiyyah KH Ahmad Sholeh Abdul Jalil, Rois Syuriah PCNU Kota Kediri KH Abdul Hamid, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil, Camat Mojoroto Abdul Rahman, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, Hj Umi Kulsum Abdul Jalil, Hj Lumhatin Ahmad Sholeh, Hj Luluk Idawati, serta tamu undangan lainnya. [nm/aje]






