Jombang (beritajatim.com) – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Dusun Sepanyul, Desa Sepanyul, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jumat (30/1/2026), sekitar pukul 15.15 WIB. Kecelakaan ini melibatkan dua sepeda motor, yakni Honda Revo dengan nomor polisi S-43xx-XK dan Honda Scoopy dengan nomor polisi S-54xx-OU.
Kejadian tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat kejadian dan tiga lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, sepeda motor Honda Revo berjalan dari arah barat menuju timur. Di depannya, sepeda motor Honda Scoopy juga melaju searah. Namun, kendaraan Scoopy memperlambat lajunya.
Sementara itu, pengendara motor Revo diduga kurang memperhatikan situasi di depannya, sehingga tidak dapat mengantisipasi perubahan kecepatan kendaraan Scoopy. Hal inilah yang menyebabkan kedua kendaraan tersebut terlibat kecelakaan.
Berdasarkan data yang dihimpun, korban yang meninggal dunia adalah penumpang Honda Revo, MHA (15 tahun), seorang pelajar asal Desa Lumbang Boro, Kabupaten Pasuruan. MHA meninggal dunia akibat cedera yang cukup parah dan tidak tertolong di lokasi kejadian.
Sementara itu, pengendara sepeda motor Honda Revo, MNA (15 tahun), yang berasal dari Kabupaten Bekasi, mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit Hasyim Asyari. Dua penumpang lainnya, MRR (16 tahun) dan FA (16 tahun), masing-masing seorang pelajar, juga mengalami luka-luka dan dirawat di Puskestren Tebuireng dan Rumah Sakit Hasyim Asyari.
Pada sepeda motor Honda Scoopy, pengendara MFA (18 tahun), seorang pekerja swasta asal Jombang, hanya mengalami luka lecet, begitu pula dengan penumpangnya, EPA (13 tahun), seorang pelajar asal Desa Sepanyul, yang juga mengalami luka lecet.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, dalam wawancaranya menjelaskan bahwa kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan. “Kami terus memeriksa dan mengumpulkan data terkait kecelakaan ini. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama di jalan yang memiliki banyak potensi bahaya,” ujarnya.
Ipda Siswanto juga menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan langkah-langkah preventif untuk mengurangi angka kecelakaan serupa, termasuk peningkatan patroli dan sosialisasi keselamatan berkendara.
“Kami juga menghimbau agar para orang tua memberikan pengawasan yang ketat terhadap anak-anak yang baru belajar mengendarai kendaraan bermotor,” pungkasnya. [suf]






