Lamongan (beritajatim.com) – Tinggal di wilayah yang dikepung banjir tahunan, memaksa warga Dusun Watu, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, untuk mengambil langkah-langkah taktis, agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan lancar.
Genangan air yang merendam hampir seluruh akses jalan selama sekitar dua bulan belakangan, tak membuat warga pasrah. Mereka punya segudang akal untuk menemukan solusi, walau bersifat sementara.
Salah satunya dengan membangun jalan layang di atas genangan air, dengan versi yang lebih sederhana. Bahannya bukan beton. Tapi batang bambu yang dirangkai sedemikian rupa.
Bangunan yang dikerjakan secara gotong royong tersebut, difungsikan sebagai jalan alternatif bagi warga yang akan keluar masuk desa. Sebab, kondisi jalan terendam air.
Salah satu warga, Mohammad Hasib, mengatakan bahwa selain dikerjakan secara gotong royong, dana pembuatan jalan layang tersebut juga bersumber dari swadaya masyarakat.
“Kita membuat jembatan alternatif. Karena selama ini masyarakat Dusun Waru, Bojoasri, terisolasi lebih dari 2 bulan, tidak bisa keluar desa, sehingga mengganggu aktivitas warga, kegiatan ekonomi maupun aktivitas anak sekolah,” kata Hasin, Rabu (28/1/2026).
Jalan layang ala warga Desa Bojoasri tersebut didirikan tepat di sisi jalan. Pembangunan dimulai sejak Selasa (27/1/2026), dan rencananya dibangun sepanjang 70 meter, untuk menghindari genangan air yang cukup tinggi.
“Lebarnya sekitar satu meter, rencananya buat dilewati pejalan kaki maupun sepeda motor,” ujarnya.
Dengan dibangunnya jalan layang darurat tersebut, warga dan pelajar bisa menjalankan aktivitas sehari hari tanpa harus menerobos banjir seperti sebelumnya.
“Adanya jalan alternatif yang terbuat dari bambu ini, kita semua bisa beraktivitas. Ini sangat membantu,” kata warga lain, Zainal Abidin.
Sementara itu, banjir yang melanda kawasan Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, berangsur surut. Kondisi tersebut terpantau dari Tinggi Muka Air (TMA) di Pheiskal Blawi, yang menunjukkan angka semakin surut.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga mengoptimalkan upaya untuk mengurangi dampak banjir di Kawasan Bengawan Jero, dengan mengeluarkan air ke Bengawan Solo melalui pintu air Kuro serta sejumlah pompa berkapasitas besar. [fak/aje]






