Sampang (beritajatim.com) – Teka-teki identitas kerangka mayat misterius yang ditemukan di Desa Tambaan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, akhirnya mulai menemui titik terang. Kejelasan ini muncul setelah seorang wanita melalui media sosial TikTok mengeklaim bahwa kerangka tersebut adalah suaminya yang hilang kontak.
Wanita dengan akun VaNeZa Chilik’81 tersebut mengunggah pengakuan bahwa dirinya merupakan istri dari pria yang kerangkanya ditemukan warga beberapa waktu lalu. Saat ini, ia mengaku masih berada di perantauan sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia.
Pihak keluarga wanita tersebut dikabarkan telah bergerak cepat menuju Madura untuk mengonfirmasi temuan tersebut kepada pihak berwajib. “Kemarin sudah ada pihak dari keluarga saya yang turun ke Madura untuk mendatangi rumah sakit dan Polres Sampang,” tulisnya dalam pesan yang beredar luas di platform TikTok.
Meski tidak menyebutkan detail desa asalnya di Madura, wanita ini memberikan petunjuk bahwa sebelum merantau ke luar negeri, ia menetap di Surabaya. Ia merasa terpukul karena sang suami sudah tidak bisa dihubungi sama sekali selama sekitar dua bulan terakhir.
“Sekitar sudah dua bulan suamiku tidak ada kabar,” ungkapnya pilu melalui kolom percakapan di media sosial.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, mengonfirmasi adanya kedatangan pihak yang mengaku sebagai keluarga korban ke Mapolres Sampang. Petugas saat ini tengah mengumpulkan keterangan lebih lanjut untuk mencocokkan data dengan hasil pemeriksaan forensik.
“Ada keluarga yang datang dan menyampaikan bahwa yang bersangkutan diduga bernama Fausan,” kata Eko saat memberikan keterangan resmi, Selasa (27/1/2026).
Eko menambahkan bahwa rombongan yang datang ke Polres Sampang diduga kuat merupakan saudara kandung dari korban. Sementara itu, istri korban belum bisa memberikan keterangan secara tatap muka karena masih terkendala proses kepulangan dari Malaysia.
Sebelumnya, penemuan kerangka manusia ini sempat menggegerkan warga Desa Tambaan sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUD Mohammad Zyn Sampang. Proses identifikasi dilakukan secara mendalam oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur bersama jajaran Satreskrim Polres Sampang.
Hasil pemeriksaan medis awal telah memastikan bahwa kerangka manusia tersebut secara biologis berjenis kelamin laki-laki. Namun, polisi masih membutuhkan data pendukung seperti tes DNA atau rekam medis lainnya untuk memastikan secara absolut bahwa kerangka tersebut adalah Fausan.
Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian terkait dugaan adanya tindak pidana atau penyebab lainnya. [sar/beq]






