Jombang (beritajatim.com) – Bupati Jombang Warsubi mendampingi Menteri Haji dan Umroh RI, KH. Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam peresmian dua lembaga pendidikan baru di Kabupaten Jombang, yakni TK-SD Aqobah Islamic Montessori (AIM) dan Aqobah Institute of Business and Islamic Studies (AIBIS), Sabtu (24/1/2026).
Acara yang berlangsung di Jalan Bakalan, Dusun Ngasem, Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang ini menjadi momentum penting bagi perkembangan dunia pendidikan di daerah tersebut.
Dalam acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan dan Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Bupati Warsubi memberikan sambutan yang mengapresiasi upaya Pondok Pesantren Al-Aqobah dalam menciptakan inovasi pendidikan yang menggabungkan kurikulum internasional dan nilai-nilai pesantren.
Bupati juga menyoroti pentingnya metode Montessori yang diterapkan di jenjang TK dan SD Aqobah Islamic Montessori sebagai pendekatan yang masih jarang ditemukan di wilayah Jombang.
“Pendekatan Montessori sendiri masih belum banyak diterapkan di Kabupaten Jombang. Kehadiran AIM diharapkan dapat menjadi model dan inspirasi dalam pengembangan pendidikan yang ramah anak, berorientasi pada potensi, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman,” tutur Bupati Warsubi. Ia berharap metode Montessori dapat mencetak generasi yang mandiri dan berkarakter global.
Selain itu, Bupati Warsubi juga memberikan perhatian khusus pada Aqobah Institute of Business and Islamic Studies (AIBIS). Bupati berharap lembaga ini dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cakap dalam ilmu pengetahuan Islam, tetapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan yang mumpuni, siap bersaing di tingkat nasional dan global.
“Saya berharap AIBIS mampu melahirkan akademisi dan lulusan yang memiliki kedalaman keilmuan Islam, sekaligus kemandirian dan kecakapan di bidang bisnis. Dengan bekal tersebut, lulusan siap berkontribusi sebagai pemimpin, entrepreneur, dan agen perubahan,” tambahnya.
Menteri Haji dan Umroh, Gus Irfan, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa prinsip Montessori yang mengutamakan kemandirian anak memiliki keselarasan dengan kultur pesantren. Menurutnya, pesantren sudah lama menanamkan nilai kemandirian melalui kegiatan sehari-hari seperti memasak dan mencuci pakaian sendiri. Gus Irfan berharap pendekatan ini dapat menghasilkan santri yang lebih berkarakter.
“Banyak pesantren yang mengajarkan kemandirian seperti yang ada di Tebuireng, di mana santri diajarkan untuk mandiri dalam hal-hal sehari-hari. Prinsip ini sejalan dengan prinsip Montessori yang juga mengutamakan kemandirian,” ujar Gus Irfan.
Pengasuh Ponpes Al-Aqobah, KH. Ahmad Junaidi Hidayat, yang turut hadir dalam acara tersebut, juga menekankan pentingnya pendidikan karakter. Beliau menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal keilmuan, tetapi juga soal keteladanan. Menurutnya, pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini agar menjadi fondasi yang kuat dalam kehidupan anak-anak.
“Kami berusaha membangun pendidikan yang sesuai regulasi pemerintah sekaligus menanamkan fondasi karakter yang kuat bagi masa depan anak,” pungkas KH. Ahmad Junaidi.
Dengan adanya lembaga pendidikan baru ini, diharapkan dapat tercipta iklim kompetisi pendidikan yang sehat di Jombang, mendukung visi Indonesia Emas 2045 yang berfokus pada pengembangan generasi yang cerdas, mandiri, dan berkarakter. [suf]






