Jakarta (beritajatim.com) – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M sebagai “era baru” berkat transformasi disiplin dan dedikasi para petugas. Pernyataan ini disampaikan dalam apel akhir pekan kedua Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan agenda fisik berupa fun walk sejauh 9,5 kilometer yang diikuti oleh ribuan calon petugas haji. Setelah menuntaskan lari pagi dan makan bersama secara lesehan, Wamenhaj memberikan pidato motivasi yang menekankan pentingnya integritas bagi para petugas yang akan melayani ratusan ribu jemaah asal Indonesia, termasuk para jemaah dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Dahnil mengakui bahwa pada awal masa karantina atau masuk barak, dirinya sempat meragukan kapasitas dan kedisiplinan para peserta. Namun, memasuki minggu kedua pelatihan, keraguan tersebut terpatahkan oleh performa yang ditunjukkan oleh para calon petugas di lapangan.
“Hari ini saya melihat era baru penyelenggaraan haji Indonesia. Hari ini saya melihat era baru petugas haji Indonesia. Hari ini Saudara semuanya menjadi orang-orang terpilih yang mengukir sejarah baru haji Indonesia,” ujar Dahnil Anzar di hadapan ribuan peserta apel.
Ia menegaskan bahwa kesiapan yang ditunjukkan para petugas melalui jawaban “siap” bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah komitmen moral yang besar. Dahnil mengingatkan bahwa janji tersebut merupakan tanggung jawab yang harus ditunaikan saat menghadapi medan pelayanan di Arab Saudi nanti.
“Jawaban Saudara-saudara itu adalah utang. Utang terhadap Allah SWT, utang terhadap jemaah haji, dan utang terhadap Negara Republik Indonesia. Oleh sebab itu, Saudara-saudara sekalian, tunaikan utang itu,” tegasnya.
Visi utama penyelenggaraan haji tahun 2026 adalah memberikan kenyamanan maksimal agar jemaah dapat beribadah dengan khusyuk. Wamenhaj meminta petugas untuk menanggalkan keluhan dan mengedepankan keikhlasan karena jemaah yang dilayani adalah tamu-tamu Allah.
“Saya minta kepada Saudara-saudara sekalian untuk bekerja dengan hati. Bekerjalah dengan penuh keikhlasan. Jadikan tugas ini sebagai ladang amal bagi Saudara-saudara sekalian. Jangan pernah mengeluh, jangan pernah merasa lelah dalam melayani jemaah haji,” tambah Dahnil.
Selain aspek pelayanan teknis, Dahnil juga mengingatkan peran petugas sebagai duta bangsa. Sebagai representasi Indonesia di Tanah Suci, para petugas dituntut untuk menunjukkan karakter bangsa yang ramah, sopan, dan sigap membantu tanpa pandang bulu.
Masa diklat ini dijadwalkan berakhir pada 30 Januari 2026. Selepas dari barak pelatihan, para petugas diharapkan membawa pulang kebiasaan disiplin tinggi untuk dipraktikkan selama tiga bulan persiapan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci guna mengawal 221.000 jemaah Indonesia. [ian/kun]






