Tuban (beritajatim.com) – Jejak Lestari Rengel kembali mengenalkan wisata alam goa yang tidak banyak diketahui orang hingga viral di media sosial karena menjadi spot foto menarik di Kabupaten Tuban.
Sebelumnya, Jejak Lestari Rengel memperkenalkan Puncak Baswara di perbukitan Rengel, Kabupaten Tuban. Kini, mereka kembali menjelajahi goa di wilayah Njaten yang masih berada di Kecamatan Rengel.
Tidak banyak yang mengetahui lokasi ini. Julukan Kabupaten Tuban sebagai kota 1.000 goa patut dibenarkan, sebab di wilayah Kecamatan Rengel sendiri terdapat banyak goa tersembunyi yang belum pernah dieksplorasi.
Melalui sekelompok pecinta alam yang menamakan diri Jejak Lestari Rengel, berbagai goa di Kecamatan Rengel mulai ditemukan dan dijadikan destinasi wisata jelajah alam yang patut dicoba.
Ketua Jejak Lestari Rengel, Ilham, mengatakan Goa Njaten dulunya diduga merupakan tempat tinggal manusia purba pada masanya. Meski tidak ada artikel tertulis yang menyebutkannya, pernah ada sekelompok mahasiswa yang melakukan penelitian di lokasi tersebut dan menemukan sejumlah kerangka.
“Dulu ada mahasiswa dan dosen penelitian di sini ditemukan semacam kerangka yang katanya dulu goa ini tempat persembunyian manusia purba pada zamannya,” ujar Ilham, Sabtu (24/1/2026).
Terlepas dari kebenaran sejarahnya, Goa Njaten menyuguhkan keindahan alam yang masih sangat asri. Di sekitar perbukitan tersebut juga terdapat banyak goa lain yang belum dijelajahi. Namun, akses jalan yang cukup sulit membuat tim Jejak Lestari Rengel belum dapat mengeksplorasi seluruh kawasan. “Banyak goanya di sekitar, masih banyak monyetnya juga di sana,” imbuhnya.
Dengan membawa slogan aksi nyata tolak tambang liar, Jejak Lestari Rengel berharap kawasan indah yang kaya goa di Kecamatan Rengel tidak dijadikan area bisnis pertambangan. Mereka juga mengajak para peserta jelajah alam untuk turut melakukan aksi penanaman pohon. “Kita biasanya jelajah pada hari Sabtu dan Minggu saja, baik di Njaten Adventure maupun Puncak Baswara,” terang Ilham.
Untuk mengikuti Njaten Adventure, peserta cukup membayar Rp 39 ribu dengan fasilitas air mineral, makanan ringan, dan kendaraan saat perjalanan pulang. Sementara itu, saat berangkat para penjelajah akan melewati jalur di belakang Pasar Rengel yang dipandu langsung oleh tim Jejak Lestari Rengel.
Sepanjang perjalanan, peserta akan disuguhi pemandangan perbukitan Rengel dengan vegetasi yang rimbun serta bebatuan kapur yang membentuk goa-goa kecil. Pengunjung disarankan mengenakan sepatu yang memadai karena jalur cukup licin, serta menggunakan trekking pole untuk mempermudah saat menanjak.
“Yang pasti jangan membuang sampah sembarangan di sini. Silakan yang mau bergabung bisa mendaftar melalui akun Instagram Jejak Lestari Rengel,” pungkasnya. [dya/kun]






