Madiun (beritajatim.com) – Kerusakan infrastruktur jalan di jalur utama yang menghubungkan Madiun dan Surabaya kembali memakan korban jiwa maupun luka. Sejumlah pengendara sepeda motor dilaporkan terjatuh secara beruntun akibat lubang menganga di badan jalan, tepatnya di wilayah Desa Tiron, Kecamatan Madiun.
Kondisi memprihatinkan ini dilaporkan terjadi hampir setiap hari selama empat hari terakhir tanpa ada tanda-tanda perbaikan permanen. Kerawanan meningkat drastis saat malam hari karena minimnya penerangan jalan umum (PJU) yang membuat lubang di aspal sulit terdeteksi oleh mata pengendara.
Petugas keamanan di sekitar lokasi kejadian, Agis Saputra, mengungkapkan bahwa kedalaman lubang di titik tersebut sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Menurut pantauannya, lokasi tersebut kini menjadi titik maut yang terus menerus memakan korban baru.
“Sudah empat hari berturut-turut selalu ada pengendara motor yang jatuh. Lubangnya dalam dan gelap kalau malam,” ungkap Agis saat memberikan keterangan pada Rabu (21/1/2026) malam.
Agis menambahkan bahwa intensitas kecelakaan di titik tersebut sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan karena jatuhnya korban terjadi secara berkelanjutan. Beberapa pengendara bahkan harus mengalami luka cukup serius hingga membutuhkan intervensi medis darurat.
“Baru saja tadi malam ada lagi yang jatuh. Saya langsung minta ambulans untuk membawa korban ke rumah sakit,” tambahnya menceritakan evakuasi salah satu korban luka.
Merespons rentetan kecelakaan tersebut, Kanit Gakkum Satlantas Polres Madiun, Ipda Andika, menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan lokasi tersebut sebagai titik rawan kecelakaan atau blackspot. Pihak kepolisian berkomitmen untuk segera menekan angka kecelakaan dengan mendesak instansi berwenang.
“Kami akan berkoordinasi kembali dengan PUPR, baik secara lisan maupun melalui surat resmi, terkait seringnya kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak ini,” terang Ipda Andika secara tegas.
Selain menuntut perbaikan fisik jalan, Satlantas Polres Madiun juga berencana melakukan langkah preventif di lapangan guna meningkatkan kewaspadaan pengendara. Pemasangan rambu peringatan tambahan akan dilakukan di titik-titik strategis sebelum memasuki kawasan Desa Tiron.
“Kami juga akan menyampaikan ke unit terkait untuk pemasangan imbauan, baik melalui papan peringatan maupun imbauan langsung di lapangan,” pungkasnya menutup keterangan. [rbr/beq]






