Lumajang (beritajatim.com) – Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan saat ini dalam penanganan bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
“Dalam jangka pendek melanjutkan kegiatan pencarian atau evakuasi terhadap korban yang saat ini belum ditemukan,” kata Listyo, usai meninjau lokasi bencana di lapangan Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Senin (5/12/2021).
Tim DVI (Disaster Victim Identification) sudah dikerahkan untuk mengidentifikasi 22 korban meninggal yang sudah ditemukan. “Ada proses untuk mengenali, proses antemortem dan proses post mortem,” kata Listyo.
Listyo memuji langkah satuan tugas yang melakukan penyembuhan trauma korban. “Semua bekerja dengan sangat baik bersinergi,” katanya.
Kapolri mendapat banyak masukan dari masyarakat untuk kegiatan jangka menengah. Salah satunya adalah perbaikan jembatan Gladak Perak yang putus. “Perlu ada langkah cepat untuk dibuatkan alternatif jalur transportasi yang baru untuk distribusi bantuan dan perawatan lanjutan terhadap korban, karena ada yang sudah membaik dan ada yang dalam kondisi kritis yang butuh dirawat rumah sakit yang lain,” katanya.
Kapolri juga memandang perlu ada relokasi kediaman masyarakat yang sangat berdekatan dengan wilayah erupsi. “Kemungkinan kalau tidak dilaksanakan relokasi, ada erupsi yang berulang yang membawa dampak bagi masyarakat yang tinggal di area tersebut,” katanya.
Saat ini Tim Tanggap Darurat Kementerian PUPR baru bisa mendekat ke beberapa titik lokasi Jembatan Besuk Koboan karena tebalnya lumpur dan masih berada di zona berbahaya. Langkah penanganan dilakukan dengan mencari jalur-jalur alternatif untuk menghubungkan Lumajang – Turen -Malang yang putus akibat robohnya Jembatan Besuk Koboan.
Jembatan Besuk Kobokan dibangun pada tahun 1997 memiliki panjang bentang 129 meter dan lebar 9,6 meter.
“Untuk pembangunan jembatan tentunya dari PUPR pasti akan melakukan rebuilding dan memerhatikan jika nanti suatu saat akan terjadi semacam banjir lahar dingin akibat erupsi seperti yang terjadi saat ini,” kata Kepala Subdirektorat Analisa Data Dan Pengembangan Sistem Kementerian PUPR Nazib Faizal, dalam konferensi pers secara virtual, Senin (6/12/2021). (wir/ted)






