Surabaya (beritajatim.com) – Seorang wajib pajak asal Wiyung, Surabaya, bernama Agung Putu Iskandar, mengaku mengalami pengalaman tidak menyenangkan akibat ulah oknum petugas pajak yang mengeklaim berasal dari KPP Pratama Surabaya Karangpilang.
Kejadian ini bermula pada Selasa (20/1/2026) lalu, saat rombongan petugas tersebut tiba-tiba mendatangi kediaman mertuanya di wilayah Rungkut, padahal lokasi tersebut sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan urusan pajak Agung.
”Tiba-tiba ada petugas pajak berinisial MAWR mendatangi rumah mertua,” ujar Agung pada Rabu (21/1/2026).
Akibat kunjungan mendadak tersebut, Agung mengungkapkan bahwa mertuanya merasa ketakutan hingga mengalami tekanan psikologis.
Agung pun menyayangkan tindakan tersebut karena merasa ialah yang memiliki kewajiban pajak, bukan mertuanya.
“Kenapa mengejar lebih bayar pajak saja sampai harus menekan seorang lansia yang sedang mengasuh balita (berusia liama tahun)?” ungkapnya.
Ia menceritakan, bahwa satu bulan lalu seorang petugas memang sempat mengirim pesan WhatsApp mengenai status pajak lebih bayar, namun tidak pernah ada konfirmasi resmi maupun janji temu terkait kunjungan ke rumah.
Para petugas itu pun sebenarnya sempat mendatangi rumah Agung, tetapi karena tidak ada janji maupun pemberitahuan, mereka justru beralih ke rumah mertuanya, sebuah tindakan yang memicu tanda tanya besar terkait kepatuhan terhadap SOP.
“Lagi pula, dari mana petugas bisa tahu rumah mertua saya yang tidak ada datanya di Coretax sekalipun,” jelasnya.
Selama ini, Agung merasa sudah kooperatif dalam malakukan urusan kewajiban pajak, dengan bersedia memenuhi panggilan serta permintaan dokumen dari kantor pajak.
Agung menilai, penagihan pajak sudah seharusnya dilakukan melalui mekanisme formal dan profesional, bukan dengan cara yang berpotensi menimbulkan rasa takut dan intimidasi terhadap pihak keluarga yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan kewajiban pajak.
“Saya tidak pernah menghindar. Saya siap menyelesaikan sesuai aturan. Tapi jangan sampai penegakan aturan justru melanggar rasa aman keluarga,” tegasnya. (rma/ted)







2 Komentar
laporan lebih bayar pada SPT tahunan ,jadi supaya tidak ada laporan lebih bayar maka statusnya harus NIHIL
Lucu petugas kkp koq kayak DC alias mata elang kerumah mertua.
Tapi anak pejabatnya bisa kuliah naik rubicon mobil seharga rumah mewah pada ga ada yg tau alias plonga-plongo