Pamekasan (beritajatim.com) – Bencana tanah longsor yang dipicu hujan deras melanda Desa Sana Daja, Kecamatan Pasean, Pamekasan sejak Sabtu (17/1/2026). Longsor terjadi di beberapa dusun seperti Paseset Timur, Bharak Gunung, dan Laok Gunung, menyebabkan kerusakan rumah warga serta aktivitas masyarakat terganggu.
Akibat peristiwa tersebut, terdapat sebanyak 64 jiwa dari total 16 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Bahkan sebagian di antara mereka terpaksa mengungsi di tenda darurat milik Brimob dan BPBD Pamekasan.
“Akibat bencana tanah gerak ini terdata sebanyak 15 rumah milik warga mengalami rusak berat, dan 1 unit rumah rusak ringan. Sebanyak 13 KK mengungsi ke rumah kerabat, sisanya mengungsi di tenda penampungan sementara,” kata Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, Rabu (21/1/2026).
Jalan Desa Lumpuh Total Akibat Akibat Longsor
Sehari sebelum peristiwa longsor yang mengakibatkan 16 rumah warga di dua dusun berbeda terdampak, akses jalan antar desa di Dusun Laok Gunung, Sana Dhaja, Pasean, juga mengalami longsor dan menutup akses jalan raya desa setempat, Jum’at (16/1/2026).
Longsor tersebut terjadi karena intensitas hujan yang melanda wilayah Pasean, dan sekitarnya. Terlebih longsor tersebut sudah terjadi sekitar pukul 16:00 WIB sejak Kamis (15/1/2026). Namun pergerakan tanah semakin meluas sehari setelahnya seiring hujan lebat dengan intensitas tinggi yang kembali mengguyur kawasan tersebut.
“Pada awalnya longsor terjadi pada titik palengsengan di desa setempat, namun longsor semakin meluas hingga sekitar 50 meter panjang longsoran dengan lebar longsoran sekitar 40 meter,” ungkap Akhmad Dhofir Rosidi.
Longsor tersebut juga berdampak signifikan terhadap aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat. Akses jalan desa dilaporkan lumpuh total akibat tertutup material longsoran, termasuk sekitar empat petak lahan pertanian warga juga terdampak longsor.
Warga Terdampak Diungsikan, Tenda Darurat Didirikan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, melalui BPBD dan Dinas Sosial (Dinsos) setempat bahu membahu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak. Salah satu di antaranya dengan membangun tenda pengungsian darurat di lokasi bencana setelah retakan tanah terus melebar dan masih bergerak.
Bahkan beberapa warga juga terpaksa mengungsi dan menempati tenda darurat yang didirikan BPBD bersama Brimob. Para keluarga terdampak sementara menetap di tenda darurat karena rumah mereka dinilai tidak aman untuk ditempati karena retakan akibat longsor.
Selain tenda, bantuan logistik seperti alas tidur, selimut, matras, perlengkapan mandi, dan sembako juga disalurkan kepada korban. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk respon cepat pemerintah dalam rangka kesiapsiagaan terhadap beragam jenis bencana alam, termasuk bencana longsor di Desa Sana Dhaja, Pasean, Pamekasan.
Tidak hanya itu, Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto juga menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar memberikan perhatian penuh terhadap para warga terdampak. “Tidak kalah penting kami sangat akan berupaya agar kejadian ini mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” kata Sukriyanto.
Berdasar update data BPBD Pamekasan, area terdampak longsor mencakup ribuan meter persegi, dengan pergerakan tanah yang masih berlangsung sehingga warga di kawasan sekitar juga diimbau untuk mengungsikan diri meskipun rumahnya belum rusak.
“Bencana longsor di Desa Sana Daja, Pasean, telah merusak puluhan rumah dan mengganggu akses jalan. Karena itu kami selalu sigap mendirikan tenda darurat dan mengevakuasi warga yang rumahnya berpotensi roboh atau tidak aman, termasuk bantuan kebutuhan dasar juga terus disalurkan untuk warga terdampak,” pungkasnya. [pin/but]






