Sumenep (beritajatim.com) – Kabupaten Sumenep membutuhkan 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar bisa optimal melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah SPPG Sumenep, M. Kholilur Rahman, mengatakan, 114 SPPG yang dibutuhkan itu untuk menjangkau seluruh wilayah Kabupaten Sumenep, termasuk wilayah kepulauan.
“Jika dihitung secara menyeluruh, kebutuhan SPPG di Sumenep mencapai 114 unit. Itu termasuk SPPG yang melayani wilayah kepulauan,” katanya, Senin (19/01/2025).
Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 Kecamatan. 9 diantaranya merupakan kecamatan kepulauan, yakni Masalembu, Sapeken, Arjasa, Kangean, Nonggunong, Gayam, Raas, Giligenting, dan Talango.
“Kami tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga memastikan setiap SPPG benar-benar siap beroperasi sesuai standar. Karena Kabupaten Sumenep memiliki kondisi geografis yang berbeda. Disini ada wilayah kepulauan,” ujar Kholilur Rahman.
Menurutnya, penambahan SPPG akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur serta dukungan sumber daya. Saat ini di Sumenep terdapat 77 SPPG yang telah dinyatakan siap beroperasi. 43 di antaranya sudah aktif melayani penerima manfaat.
“43 SPPG yang sudah beroperasi itu tersebar di sejumlah kecamatan. Diantaranya Kecamatan Kota Sumenep, Batuan, Lenteng, Ganding, Bluto, serta Kecamatan kepulauan,” terangnya.
Ia menjelaskan, keberadaan dapur sehat tersebut menjadi tulang punggung utama dalam menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi anak-anak.
Ia menandaskan, proses penetapan SPPG dilakukan melalui tahapan verifikasi ketat, baik dari sisi sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia.
“Setiap dapur harus memenuhi standar yang ditetapkan agar kualitas makanan terjaga,” ucapnya. [tem/aje]






