Surabaya (beritajatim.com) – Sekitar 300 kepala sekolah dan guru SMK dari berbagai daerah di Jawa Timur (Jatim) mengikuti program upskilling–reskilling guru kejuruan dan pelatihan pembelajaran mendalam di BBPPMPV BOE Malang, Senin (19/1/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim ini difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Program tersebut diikuti guru kejuruan SMK peserta Upskilling dan Reskilling Angkatan I dan II, serta kepala sekolah dan guru SMK yang menjalani pelatihan pembelajaran mendalam. Seluruh peserta berasal dari berbagai wilayah di Jatim.
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, peningkatan mutu pendidikan vokasi tidak cukup melalui pembaruan kurikulum atau penambahan fasilitas. Menurutnya, kualitas proses belajar di kelas dan bengkel praktik menjadi faktor penentu.
“Pasar kerja tidak menunggu ijazah, tetapi kompetensi. Guru SMK harus mampu menggerakkan cara berpikir murid, bukan sekadar mentransfer materi,” kata Aries.
Ia menambahkan, dunia kerja menuntut lulusan yang adaptif, kritis, dan melek teknologi. Karena itu, guru kejuruan perlu merancang pembelajaran yang kontekstual dan mendorong siswa menganalisis serta mengambil keputusan.
Kepala BBPPMPV BOE Malang I Gusti Made Ardhana mengatakan lembaganya berperan sebagai pusat pengembangan kompetensi guru dan kepala sekolah. Fasilitas pembelajaran, sarana praktik, dan tenaga pengajar disiapkan untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran vokasi.
“Seluruh ekosistem kami siapkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Ia menyebut BBPPMPV BOE Malang melayani 14 wilayah di Indonesia bagian timur, termasuk Jatim, sehingga memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi nasional.
Melalui program upskilling–reskilling dan pembelajaran mendalam ini, Pemprov Jatim menegaskan arah penguatan pendidikan vokasi yang berorientasi pada peningkatan kompetensi pendidik dan kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja.
“Transformasi vokasi dimulai dari kelas, dari guru yang mau terus belajar dan kepala sekolah yang memberi ruang perubahan,” pungkas Aries. [ipl/ted]






