Ponorogo (beritajatim.com) – Tiga jembatan penghubung di Dukuh Mijil dan Dukuh Mingging, Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, rusak dan ambrol. Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi dan mobilitas ratusan warga di dua dukuh tersebut lumpuh, terutama karena akses kendaraan roda empat terputus total.
Kerusakan terparah terjadi pada salah satu jembatan utama di Dukuh Mijil yang ambrol dan tidak lagi bisa dilalui kendaraan. Jembatan tersebut merupakan akses vital warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, berdagang, hingga mengakses layanan publik.
Ambrolnya jembatan diduga akibat pondasi yang tergerus derasnya aliran sungai saat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
“Yang ambrol ini merupakan akses warga untuk beraktivitas,” ujar Ketua RT 02 RW 02 Dukuh Mijil, Kateni, Senin (19/1/2026).
Kateni menjelaskan, selain jembatan yang ambrol pada Sabtu (17/1) lalu, masih terdapat dua jembatan lain di kawasan tersebut. Namun, kondisi keduanya juga memprihatinkan dan tidak layak dilalui kendaraan roda empat. Bahkan, salah satu jembatan hanya dapat difungsikan berkat anyaman bambu hasil swadaya warga.
“Di dua dukuh ini sebenarnya ada tiga jembatan. Jembatan Mijil itu yang roboh dan memakan korban pada 2022 lalu. Sedangkan jembatan lainnya ambrol karena tergerus air dan terakhir yang kemarin Sabtu itu,” terangnya.
Rusaknya tiga jembatan tersebut berdampak langsung pada roda perekonomian warga. Distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan kecil, hingga mobilitas masyarakat terhambat karena kendaraan roda empat tidak bisa masuk ke wilayah dukuh.
Sementara itu, jembatan darurat dari bambu yang dibuat secara swadaya hanya memungkinkan dilalui sepeda motor, itupun dengan risiko keselamatan tinggi.
“Kalau hujan, jembatan dari bambu itu licin, jadi harus hati-hati kalau melintas. Roda empat tidak bisa lewat,” ungkap Giono, warga setempat.
Pemerintah Desa Grogol mengakui kerusakan infrastruktur tersebut telah mengganggu kehidupan dan aktivitas masyarakat. Sekretaris Desa Grogol, Pujianto, menyebut terdapat tiga jembatan rusak di wilayahnya, dua berada di Dukuh Mijil dan satu di Dukuh Mingging.
“Semuanya tidak bisa dilalui roda empat. Kalau roda dua masih bisa, tapi tetap harus berhati-hati,” katanya.
Pujianto menambahkan, pemerintah desa telah melaporkan kondisi tersebut dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo. Namun hingga kini, belum ada kepastian terkait pembangunan maupun perbaikan jembatan.
“Akibatnya akses kegiatan masyarakat terganggu, perekonomian juga terhambat karena roda empat terisolasi tidak bisa melintas,” pungkas Pujianto. [end/beq]






