Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 1.565 atlet karate dari berbagai daerah di Jawa Timur ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Karate INKAI Jawa Timur 2026 yang digelar di GOR Pancasila, Surabaya, Sabtu (17/1/2026).
Ribuan atlet tersebut berasal dari 34 kontingen kabupaten/kota se-Jawa Timur, ditambah satu kontingen dari Afiliasi Akademi Angkatan Laut (AAL). Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 17 hingga 18 Januari 2026.
Dalam Kejurprov kali ini, panitia mempertandingkan total 1.883 kelas. Rinciannya, 992 kelas open perorangan, 65 kelas open beregu, serta 826 kelas festival. Jumlah tersebut mencerminkan tingginya antusiasme dojo dan atlet karate INKAI di Jawa Timur dalam mengikuti ajang kompetisi berjenjang.
Kejurprov Karate INKAI Jatim tidak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, tetapi juga diproyeksikan sebagai wadah pembibitan dan pembinaan atlet menuju level yang lebih tinggi, mulai dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Seleksi Nasional (Seleknas), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) dan kejuaraan internasional.
Dari kejuaraan ini diharapkan lahir karateka berprestasi yang mampu mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia, mengikuti jejak Joshua Kandou peraih emas kumite perorangan SEA Games Thailand 2025, serta Rifki Ardiansyah peraih emas Asian Games 2018.
Ketua Panitia Pelaksana Kejurprov, Andi Irawan, menegaskan bahwa tujuan utama kejuaraan adalah menemukan atlet-atlet terbaik yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami ingin mencari juara sejati, talenta-talenta baru yang bisa menjadi Joshua-Joshua atau Rifki-Rifki berikutnya. INKAI bukan hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga pembinaan karakter melalui Sumpah Karate,” ujar Andi.
Ia menambahkan, atlet yang menunjukkan performa menonjol akan diproyeksikan untuk mengikuti Seleknas pada April 2026 dan Kejurnas yang dijadwalkan berlangsung sekitar Juli mendatang. Proses tersebut menjadi jalur resmi pembentukan skuad Jawa Timur ke ajang nasional.
Sementara itu, Ketua INKAI Jawa Timur, Suyanto Kasdi, menyebut Kejurprov kali ini sebagai bagian dari semangat baru organisasi dalam menyiapkan regenerasi atlet.
“Kami ingin Jawa Timur memiliki Rifki-Rifki baru juara Asian Games dan Joshua-Joshua baru juara SEA Games. Untuk sektor putri, kami juga sudah punya modal kuat dengan Aura Sinta yang meraih emas AKF 2025 di Cina,” kata Suyanto.
Ketua KONI Jawa Timur, M. Nabil, turut mengapresiasi konsistensi pelaksanaan Kejurprov INKAI Jatim. Ia menilai kompetisi rutin menjadi faktor penting dalam membentuk mental dan daya saing atlet.
“Perjalanan Joshua Kandou bisa menjadi contoh. Dari perak PON Sumut, emas PON Bela Diri Kudus, hingga akhirnya meraih emas SEA Games. Ini bisa menjadi pemicu bagi atlet-atlet lain untuk terus berkembang,” ujarnya.
Nabil juga menekankan pentingnya pembentukan tim talent scouting internal untuk melakukan seleksi dan pembinaan secara berkelanjutan.
“Latihan saja tidak cukup. Atlet harus kuat di pertandingan, di mana pun mereka bertanding,” pungkasnya. (way/ted)






