Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) memastikan fluktuasi harga serta ketersediaan stok bahan pangan di Kota Kediri relatif stabil.
Hal tersebut disampaikan Kepala DKPP Kota Kediri Un Achmad Nurdin usai melakukan monitoring rutin harga komoditas pangan di Pasar Setono Betek, Kota Kediri.
Berdasarkan hasil pantauan, sebagian besar komoditas pangan menunjukkan tren harga stabil hingga mengalami penurunan. Namun terdapat satu komoditas yang mengalami kenaikan, yakni beras medium.
“Secara umum sebagian besar komoditas stabil turun, namun ada satu komoditas yakni beras medium yang mengalami sedikit kenaikan,” terangnya.
Un Achmad Nurdin menjelaskan, untuk komoditas minyak goreng saat ini berada pada indikator waspada. Kondisi tersebut dipengaruhi kebijakan pemerintah pusat serta harga minyak goreng di pasaran yang relatif tinggi sejak pertengahan tahun lalu.
Terkait kondisi cuaca, ia memastikan tidak berpengaruh terhadap distribusi dan ketersediaan stok pangan di pasar. Menurutnya, dengan masuknya musim panen, fluktuasi harga masih dapat dikendalikan dan kebutuhan pangan masyarakat tercukupi.
“Untuk komoditas seperti aneka cabai dan bawang merah memang kemarin sempat terganggu pasokannya, tapi saat ini sudah tidak berpengaruh besar karena untuk distributornya kita juga mengambil dari beberapa daerah sekitar wilayah Kota Kediri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Un Achmad Nurdin menyampaikan stabilitas harga pangan juga didukung oleh intervensi pemerintah melalui penyaluran bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah, serta operasi pasar.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau.
DKPP Kota Kediri juga melakukan monitoring harga dan stok bahan pangan secara rutin setiap hari guna mencegah kepanikan di masyarakat.
“Monitoring kita lakukan harian, kita pantau, kita catat dan analisis untuk mengetahui indikatornya apakah aman atau waspada sehingga bisa menentukan langkah atau intervensi selanjutnya apabila diperlukan,” imbuhnya.
Berdasarkan hasil pantauan harga komoditas pangan per 15 Januari 2026, beras premium tercatat relatif stabil di kisaran Rp14.800 per kilogram, gula pasir Rp16.667 per kilogram, Minyakita Rp18.333 per liter, minyak goreng curah Rp17.700 per liter, daging sapi Rp112.500 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp31.333 per kilogram.
Sementara itu, beberapa komoditas mengalami fluktuasi harga, antara lain beras medium menjadi Rp12.850 per kilogram dari sebelumnya Rp12.767 per kilogram, daging ayam ras Rp34.333 per kilogram dari Rp34.667 per kilogram, telur ayam ras Rp27.667 per kilogram dari Rp28.167 per kilogram.
Harga bawang merah tercatat Rp31.333 per kilogram dari sebelumnya Rp32.000 per kilogram, bawang putih bonggol Rp33.333 per kilogram dari Rp34.000 per kilogram, cabai merah besar Rp24.333 per kilogram dari Rp24.667 per kilogram, serta cabai merah keriting Rp26.000 per kilogram dari sebelumnya Rp27.667 per kilogram. [nm/kun]






