Surabaya (beritajatim.com) — Aktris dan produser muda Prilly Latuconsina dikenal sebagai salah satu pemain film dan serial yang kerap dipuji karena kemampuan aktingnya yang emosional dan terasa nyata. Salah satu aspek yang paling sering mencuri perhatian penonton adalah adegan menangis yang ia tampilkan.
Bukan berlebihan, bukan pula terkesan dibuat-buat, tangisan Prilly justru terasa jujur dan menyentuh. Ternyata, ada teknik khusus yang ia terapkan untuk menghadirkan emosi tersebut secara alami.
Dalam sebuah kesempatan, Prilly membagikan rahasia di balik adegan tangis yang ia lakoni. Menurutnya, menangis dalam akting bukanlah soal memaksakan ekspresi wajah atau sekadar mengeluarkan air mata. Kunci utamanya terletak pada pengolahan emosi dari dalam pikiran dan perasaan terdalam.
Prilly menekankan pentingnya memahami karakter secara menyeluruh sebelum masuk ke adegan emosional. Ia selalu memulai dengan membaca dan menganalisis naskah secara detail. Bagi Prilly, memahami motivasi karakter adalah langkah awal yang tidak bisa dilewatkan.
Aktor harus tahu alasan mengapa karakter tersebut menangis, apa yang ia rasakan, dan konflik batin apa yang sedang dihadapi.
“Pertama kalian harus mengerti motivasi kenapa kalian harus nangis. Jadi harus dibaca script-nya. Setelah kalian paham betul, setelah dianalisis secara mendalam, baru konsentrasi dan resapi emosinya,” ungkap Prilly.
Setelah memahami konteks cerita, Prilly akan membayangkan dirinya benar-benar berada di posisi karakter tersebut. Ia tidak membiarkan pikirannya melayang ke hal lain, melainkan fokus sepenuhnya pada situasi yang dialami tokoh. Dengan cara ini, emosi sedih, kehilangan, atau luka batin yang dialami karakter perlahan muncul secara alami dalam dirinya.
Menariknya, Prilly mengaku tidak mengandalkan teknik fisik seperti memicingkan mata, menahan napas, atau memaksa air mata keluar. Baginya, tangisan yang baik adalah hasil dari emosi yang jujur, bukan rekayasa. Ketika emosi sudah menyatu, tubuh akan bereaksi dengan sendirinya, termasuk mengeluarkan air mata.
“Biasanya aku butuh waktu sekitar 30 detik buat mancing emosinya sampai bisa nangis. Tapi yang paling penting, nangisnya harus jujur, jangan dibuat-buat,” jelasnya.
Pendekatan ini membuat adegan tangis Prilly terasa lebih autentik dan mampu menyentuh emosi penonton. Banyak penggemar mengaku ikut terbawa perasaan saat menyaksikan aktingnya, karena emosi yang ditampilkan terasa nyata dan dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari.
Teknik akting ala Prilly Latuconsina ini bisa menjadi pelajaran berharga, tidak hanya bagi aktor profesional, tetapi juga bagi siapa saja yang tertarik pada dunia seni peran. (fyi/kun)






