Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim) Aries Agung Paewai mendorong penguatan jejaring vokasi dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui pengembangan SMK berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Dorongan itu disampaikan Aries saat memaparkan kinerja dan strategi SMK BLUD di hadapan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam Retreat 2026 yang digelar Pemprov Jatim di Kantor BPSDM Jatim, Kamis (15/1/2026).
Aries menegaskan, SMK BLUD dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus bergerak dinamis. Perubahan teknologi, digitalisasi, dan tuntutan industri menuntut sekolah vokasi lebih adaptif dan relevan.
“SMK BLUD adalah jawaban atas tantangan dunia kerja yang terus bergerak dinamis. Inisiasi ini merupakan investasi paling berharga bagi masa depan peserta didik dan pembangunan sumber daya manusia,” ujar Aries.
Ia menjelaskan, skema BLUD memberi fleksibilitas bagi SMK dalam mengelola unit produksi, memperluas kemitraan industri, serta mengembangkan pembelajaran berbasis praktik. Dengan pola itu, sekolah didorong menjadi pusat penguatan kompetensi sekaligus kewirausahaan.
Menurut Aries, pengembangan SMK BLUD di Jatim juga diarahkan untuk memperkuat jejaring vokasi antarsekolah dan industri. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan daya saing lulusan dan memperpendek jarak antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
Aries menekankan pentingnya prinsip value for money dalam pengelolaan SMK BLUD. Setiap program harus terukur dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik, industri, dan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menyebut Jatim Retreat 2026 sebagai momentum penyelarasan arah kebijakan di tengah tantangan fiskal yang dinamis. Ia mendorong perubahan mindset birokrasi agar lebih adaptif dan berorientasi pada kualitas layanan publik.
“Forum ini menjadi momentum untuk menyatukan arah dan memastikan seluruh elemen birokrasi, BUMD, dan layanan publik di Jawa Timur bergerak dalam satu frekuensi,” kata Khofifah.
Selain Aries, forum tersebut juga menghadirkan Guru Besar ITS Surabaya Prof Mohammad Nuh yang memaparkan kepemimpinan strategis dan creative financing sebagai bagian dari penguatan layanan publik di Jatim. [ipl/aje]






