Mojokerto (beritajatim.com) – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya di Kecamatan Trawas dan Pacet, Kabupaten Mojokerto, mencatat ratusan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan akses ekonomi, kesehatan, dan teknologi desa.
Selama 12 hari pelaksanaan, mulai 7 hingga 18 Januari 2026, mahasiswa Untag Surabaya melaksanakan sebanyak 225 kegiatan akademik dan sosial. Kegiatan tersebut melibatkan 1.543 warga dari berbagai unsur masyarakat, mulai pelaku UMKM, kelompok PKK, pengurus RT, hingga komunitas desa, dan menjangkau 23 desa di wilayah Trawas dan Pacet.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Untag Surabaya, Prof. Dr. Slamet Riyadi, M.Si., menjelaskan bahwa KKN dirancang tidak sekadar sebagai agenda akademik, tetapi juga sebagai langkah konkret mendorong produktivitas masyarakat desa. Dalam program ini, Untag Surabaya menyerahkan 97 unit teknologi tepat guna untuk mendukung sektor pertanian, perkebunan, serta aktivitas ekonomi produktif masyarakat.
“KKN Untag melibatkan 199 mitra dan menghasilkan 745 luaran, mulai dari laporan kegiatan, konten media sosial, hingga video edukasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, S.H., M.M., menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang memiliki bobot setara dengan kegiatan akademik lainnya. Namun, pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Menurut Subekti, konsep pemberdayaan yang diusung Untag Surabaya menitikberatkan pada perluasan akses masyarakat, bukan semata peningkatan kemampuan individu.
“Pemberdayaan itu bukan hanya dari tidak mampu menjadi mampu, tetapi bagaimana masyarakat memiliki akses. Ada tiga akses utama yang kami dorong, yaitu akses ekonomi melalui perbankan, akses kesehatan melalui puskesmas, dan akses teknologi,” katanya.

Ia menambahkan, program KKN tidak berhenti setelah masa kegiatan selesai. Desa-desa binaan akan tetap mendapatkan pendampingan lanjutan dari para dosen sesuai bidang keahlian masing-masing sebagai bagian dari strategi pemberdayaan berkelanjutan.
Selain kegiatan ekonomi dan teknologi, KKN Untag Surabaya juga menyentuh penguatan sosial masyarakat, salah satunya melalui program penyuluhan bahaya narkoba bagi pelajar SMA. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Trawas sebagai upaya membangun ketahanan generasi muda sejak dini.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Trawas, Lies Setyautaminingsih, mengapresiasi kontribusi Untag Surabaya melalui program KKN di wilayahnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjangkau seluruh desa di Kecamatan Trawas agar manfaatnya semakin merata.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berpindah dari satu desa ke desa lain, tetapi bisa menjangkau seluruh 13 desa di Kecamatan Trawas,” ujarnya.
Melalui pendekatan berbasis teknologi dan penguatan akses masyarakat, KKN Untag Surabaya diharapkan dapat menjadi model pengabdian perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi pembangunan desa. [but]






