Surabaya (beritajatim.com) — Di tengah arus globalisasi yang bergerak cepat dan penuh disrupsi, generasi muda Indonesia dituntut bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara karakter, adaptif dalam berpikir, serta berani bermimpi besar.
Kesadaran inilah yang melatarbelakangi Jaya Group menginisiasi program Open Mind for Student, sebuah ruang belajar inspiratif yang dirancang untuk membuka cakrawala berpikir pelajar Indonesia.
Program yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Januari 2026, di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, ini diikuti oleh 50 siswa terpilih dari berbagai latar belakang. Mengusung tema “Think Global, Create Impact”, Open Mind for Student hadir sebagai bagian dari komitmen Jaya Group dalam mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.
Direktur Jaya Group, Tomy Suhartanto, menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju. Namun, potensi tersebut hanya dapat terwujud jika ditopang oleh generasi muda yang memiliki kualitas kepemimpinan, jiwa kewirausahaan, serta pola pikir global.
“Indonesia adalah negara yang sedang berkembang dan memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, kita memerlukan generasi muda yang memiliki kemampuan leadership, entrepreneur, dan global mindset yang baik,” ujar Tomy saat ditemui di sela kegiatan.
Menurutnya, tantangan di era global bukan lagi soal siapa yang paling pintar, melainkan siapa yang paling adaptif dan kreatif dalam melihat peluang. Karena itu, Open Mind for Student dirancang sebagai wadah pembelajaran yang mendorong peserta berpikir inovatif sekaligus aplikatif.
Melalui pelatihan leadership dan entrepreneurship, para siswa diajak memahami esensi kepemimpinan yang efektif serta keberanian membangun usaha yang berkelanjutan. Bukan semata mengejar keuntungan, tetapi juga menciptakan nilai dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
“Dengan kemampuan ini, generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi pencipta lapangan kerja yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” tandas Tomy.
Tak kalah penting, program ini juga membekali peserta dengan keterampilan content creator dan storytelling. Di era digital, kemampuan menyampaikan pesan secara menarik menjadi kekuatan tersendiri dalam mempengaruhi opini publik dan menggerakkan perubahan.
Harapannya, para siswa tidak hanya mampu menciptakan konten, tetapi juga memahami makna di balik setiap pesan yang disampaikan, sehingga dapat menjadi agen perubahan yang positif di tengah masyarakat.
Sementara itu, melalui sesi global mindset building, peserta diajak membuka sudut pandang yang lebih luas. Mereka belajar memahami keberagaman budaya, cara berkomunikasi lintas negara, serta kesiapan bersaing di pasar global tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia.
“Saya percaya kegiatan Open Mind for Student ini akan memberikan dampak signifikan bagi kemajuan Indonesia. Dengan mengembangkan leadership, entrepreneurship, dan global mindset, kita sedang menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global,” ujar Tomy penuh optimisme.

Untuk memperkaya perspektif peserta, Jaya Group menghadirkan dua narasumber inspiratif. Influencer internasional Dasha Gartman, yang dikenal luas sebagai Bule Barbie, serta Anna Mikhaylyants, lulusan Harvard University, berbagi pengalaman dan insight dari perjalanan hidup dan karier mereka.
Bule Barbie, dalam sesinya, membagikan tips praktis bagi siswa yang ingin terjun sebagai kreator konten pemula. Ia menekankan pentingnya keberanian mencoba dan membaca data.
“Biarkan data konten menemukan arahmu. Mulailah dari konten yang kamu suka, bisa satu sampai lima jenis. Lihat respon audiens—views, komentar, hingga share—lalu fokus pada yang paling diminati,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi tanpa terjebak burnout. Menurutnya, dukungan emosional menjadi faktor krusial agar kreator tetap sehat secara mental.
Selama dua hari pelaksanaan, Open Mind for Student bukan sekadar pelatihan, melainkan perjalanan reflektif bagi para siswa. Mereka tidak hanya belajar dari narasumber, tetapi juga dari diskusi, pertukaran gagasan, dan pengalaman bersama. (fyi/kun)






