Surabaya (beritajatim com) – PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatatkan rekor baru dalam konsumsi digital masyarakat Indonesia sepanjang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan data perusahaan, trafik data nasional mengalami pertumbuhan double-digit sebesar 15% dibandingkan hari biasa, dan melesat lebih dari 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan ini menjadi bukti nyata semakin meluasnya aktivitas digital masyarakat, mulai dari pusat kota hingga destinasi wisata terpencil. Untuk mengantisipasi beban trafik tersebut, Indosat mengerahkan infrastruktur digital mutakhir guna memastikan pengalaman pelanggan tetap stabil dan lancar.
Kunci kesuksesan Indosat dalam mengawal lonjakan trafik ini terletak pada penggunaan Digital Intelligence Operations Center (DIOC). Pusat operasi berbasis Artificial Intelligence (AI) ini memungkinkan tim teknis memantau performa jaringan secara real-time dan melakukan penyesuaian kapasitas secara adaptif di lokasi-lokasi padat pengguna.
Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan bahwa pertumbuhan ini merupakan cerminan perkembangan ekonomi digital Indonesia.
“Lonjakan penggunaan data kini tidak hanya terjadi di kota besar, tapi juga di area wisata dan pusat ekonomi baru. Dengan dukungan AI di DIOC, kami memastikan pelanggan IM3, Tri, dan HiFi menikmati koneksi andal di mana saja,” tegasnya.
Di wilayah Jawa Timur, peningkatan trafik data tercatat 1,04 kali lipat dibandingkan hari normal. Lonjakan paling signifikan terpantau di destinasi wisata populer pada puncaknya di 1 Januari 2026:
* Kota Batu: Naik 42,78%
* Trenggalek: Naik 33,89%
* Pacitan: Naik 28,89%
Lima aplikasi yang paling banyak menyedot data selama periode ini adalah TikTok, WhatsApp, Instagram, Facebook, dan YouTube, yang didukung oleh lebih dari 208.000 BTS 4G dan perluasan titik BTS 5G hingga mencapai 1.404 lokasi di seluruh Indonesia.
Di tengah perayaan akhir tahun, Indosat juga menunjukkan komitmennya pada wilayah terdampak bencana, khususnya di Aceh dan Sumatra. Hingga saat ini, tingkat pemulihan jaringan di Provinsi Aceh telah mencapai 97,5%.
Indosat menambah personel teknis dan berkoordinasi intensif dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta BNPB untuk memastikan akses komunikasi tetap terjaga. Posko Pemantauan (Command Center) pun terus dioperasikan di Jakarta, Medan, dan Aceh untuk mendukung koordinasi darurat dan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana.
Dengan penguatan infrastruktur dan kecepatan respon terhadap gangguan, Indosat menegaskan posisinya bukan sekadar penyedia layanan telekomunikasi, melainkan pilar utama konektivitas dan pemberdayaan digital bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.[rea]






