Pasuruan (beritajatim.com) – Geliat bisnis penginapan di Kabupaten Pasuruan menunjukkan performa positif selama periode libur panjang akhir tahun 2025–awal 2026. Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel dilaporkan menembus angka 95 persen seiring tingginya kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di wilayah tersebut.
Lonjakan okupansi ini menjadi sinyal pemulihan bagi industri perhotelan setelah sempat mengalami tekanan dalam beberapa periode sebelumnya. Para pelaku usaha mulai merasakan kembali perputaran ekonomi yang stabil dengan hampir seluruh kapasitas kamar terisi.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pasuruan, Fuji Subagyo, mengonfirmasi bahwa capaian okupansi tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan periode libur akhir tahun 2024.
“Naik sekitar 40 persen, jadi 95 persen lah kurang lebih peningkatannya dibanding tahun lalu,” ujar Fuji Subagyo, Jumat (2/1/2026).
Menurut Fuji, meskipun jumlah tamu yang menginap di masing-masing hotel tidak sampai menembus angka 200 orang, tingkat hunian tersebut sudah mendekati kapasitas maksimal kamar yang tersedia di sebagian besar hotel di Pasuruan.
Ia menambahkan, fokus utama pengelola hotel saat ini adalah menjaga kualitas pelayanan agar kepercayaan wisatawan tetap terjaga dan momentum kebangkitan industri perhotelan dapat berlanjut.
Fuji menyebutkan, kondisi industri perhotelan di Pasuruan kini mulai kembali normal seperti sebelum masa penurunan. Hal tersebut terlihat dari arus keluar masuk tamu yang sangat padat, terutama saat puncak kunjungan pada malam pergantian tahun baru.
Capaian okupansi tinggi ini diharapkan menjadi modal penting bagi para pelaku usaha hotel dalam menyambut kalender pariwisata sepanjang tahun 2026. PHRI Pasuruan memproyeksikan adanya pemulihan yang lebih menyeluruh sehingga sektor perhotelan kembali berperan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Terkait target ke depan, Fuji mengakui bahwa tantangan masih akan dihadapi, terutama pada awal tahun. Namun, pihaknya berharap tren positif tetap terjaga.
“Harapannya okupansi tetap naik, tapi biasanya Januari itu low karena masyarakat sudah menghabiskan anggaran di tahun baru,” tambahnya.
Meski demikian, pelaku industri perhotelan di Pasuruan tetap menargetkan capaian okupansi hingga 100 persen pada hari-hari besar sepanjang tahun 2026, seiring meningkatnya optimisme terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan akomodasi di daerah tersebut. [ada/beq]






