Kediri (beritajatim.com) – Wisata air Sumber Ubalan di Desa Kalasan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, langsung dipadati pengunjung setelah kembali dibuka Pemerintah Kabupaten Kediri di penghujung pergantian tahun 2025.
Selama dua hari, mulai Rabu, 31 Desember 2025 hingga Kamis, 1 Januari 2026, pengunjung digratiskan dari tiket masuk dan hanya dikenakan biaya parkir kendaraan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri mencatat estimasi pengunjung mencapai sekitar 3.500 orang pada hari pertama pembukaan kembali.
Jumlah tersebut terlihat dari retribusi parkir dengan rincian sekitar 1.200 kendaraan roda dua dan 200 kendaraan roda empat.
Tingginya animo masyarakat tidak lepas dari status Sumber Ubalan sebagai salah satu destinasi wisata air yang cukup populer di Kabupaten Kediri sebelum ditutup sejak pandemi Covid-19.
“Hari ini kita mulai reaktivasi Ubalan setelah 6 tahun ditutup, dan kita lihat antusiasme masyarakat di hari pertama ini sedemikian besarnya,” kata Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Adi Prayitno, ditemui di lokasi.
Mustika mengakui selama masa penutupan, sejumlah fasilitas di kawasan wisata Sumber Ubalan mengalami banyak kerusakan.
Sebelum kembali dibuka untuk umum, perbaikan fasilitas terus dikebut oleh pemerintah daerah meski belum sepenuhnya rampung.
“Meski belum sepenuhnya sempurna, sambil berjalan perbaikan akan terus dilakukan secara bertahap termasuk penambahan wahana,” jelasnya.

Dengan kawasan yang luas dan asri, Sumber Ubalan dinilai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga.
Selain kolam renang yang telah ada, kawasan ini juga memiliki potensi pengembangan jogging track hingga pemanfaatan danau alami untuk wahana permainan seperti perahu air.
Pembukaan kembali wisata Sumber Ubalan ini menjadi perhatian khusus Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana karena dinilai sebagai magnet pariwisata di wilayah timur Kabupaten Kediri.
Di sisi lain, keberadaan wisata air keluarga ini juga menjadi alternatif destinasi selain Gunung Kelud bagi masyarakat maupun wisatawan.
“Sebagaimana petunjuk Mas Bup (Mas Dhito) dengan dibukanya wisata Sumber Ubalan ini juga diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM lokal, termasuk tenaga kerja kita juga disuport dari tenaga lokal,” ungkap Mustika.
Usai masa pembukaan gratis selama dua hari di momen pergantian tahun, wisata Sumber Ubalan ditegaskan tetap dibuka untuk umum. Namun, setelah itu pengunjung akan mulai dikenakan tiket masuk sesuai dengan ketentuan yang berlaku. [nm/suf]






