Surabaya (beritajatim.com) – Relawan Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) membuka layanan kesehatan keliling di sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang.
Layanan yang dibuka tepat memasuki hari ke-13 di lokasi bencana ini menyasar penyintas yang membutuhkan penanganan medis dasar secara cepat dan berkelanjutan.
Kepala Lembaga Riset, Inovasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Umsura Arin Setyowati mengatakan keterlibatan perguruan tinggi diperlukan untuk memastikan layanan dasar tetap tersedia di wilayah terdampak.
“Layanan kesehatan ini diupayakan agar dapat menjangkau pengungsi secara merata di lokasi bencana,” kata Arin, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat Tahun Anggaran 2025 Prioritas II.
Program ini didanai pemerintah dan ditetapkan melalui surat pengumuman Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Arin menyebut, dukungan pendanaan dari program nasional memungkinkan dosen dan tenaga kesehatan terlibat langsung dalam penanganan darurat. “Skema ini membantu kami memberikan layanan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Umsura menerjunkan tim relawan lintas profesi yang terdiri atas dokter dan perawat. Tim memberikan pemeriksaan kesehatan umum, penanganan keluhan penyakit ringan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan bagi pengungsi.
Umsura menyatakan akan terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan pengungsi selama masa tanggap darurat dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung pemulihan kesehatan masyarakat di Aceh Tamiang. [ipl/but]






