Magetan (beritajatim.com) – Kunjungan wisata ke Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan, mencapai 12.886 orang pada Minggu, (28/12/2025), saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Lonjakan wisatawan tersebut berdampak pada meningkatnya arus kendaraan di jalur wisata Sarangan–Tawangmangu, terutama di ruas jalan dengan tanjakan curam dan tikungan tajam.
Banyaknya kendaraan wisatawan membuat sejumlah mobil dan bus pariwisata tidak kuat menanjak. Petugas gabungan dari Samapta Polres Magetan yang berjaga di lokasi pun harus berjibaku mengganjal ban, mendorong kendaraan, hingga mengambil alih kemudi demi menjaga keselamatan pengendara.
Peristiwa ini terjadi di jalur tembus Sarangan–Tawangmangu, tepatnya di Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Tidak hanya bus wisata, kendaraan pribadi milik wisatawan juga mengalami kendala saat melintasi tanjakan tersebut.
Petugas menyebut, kendaraan tidak kuat menanjak disebabkan beberapa faktor, di antaranya pengemudi kurang menguasai medan, muatan berlebih, serta penggunaan AC yang tidak dimatikan saat melintasi jalur tanjakan. Seluruh penumpang diturunkan sementara agar kendaraan dapat didorong hingga mencapai titik aman.
Kasat Samapta Polres Magetan, AKP Agus Wibowo, mengatakan personel disiagakan penuh selama libur Nataru.
“Petugas kami bersiaga di jalur tanjakan untuk mengganjal ban dan mendorong kendaraan wisatawan yang tidak kuat menanjak, sesuai arahan pimpinan,” ujarnya.
Lonjakan kunjungan ke Telaga Sarangan terlihat signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Pada Sabtu (27/12/2025) jumlah wisatawan tercatat 11.234 orang, sedangkan Jumat (26/12/2025) sebanyak 8.696 orang. Cuaca cerah dan kondisi kawasan wisata dilaporkan aman serta terkendali.
Salah seorang wisatawan, Mutaqin, mengaku mobilnya tidak kuat menanjak karena kapasitas mesin kecil.
“Mobil saya tidak kuat menanjak karena CC-nya kecil, untung cepat ditolong bapak polisi,” katanya.
Wisatawan lainnya, Kiki Maululia, menyebut sempat terjadi kepadatan arus lalu lintas, namun suasana sejuk Sarangan menjadi daya tarik utama.
“Tadi jalanan sempat macet, tapi sampai sini udaranya sejuk. Tadi juga sempat naik speedboat, liburannya seru,” ujarnya.
Kunjungan wisata selama libur Nataru ini meningkat tajam dibanding akhir pekan biasa yang rata-rata hanya sekitar 2.000 wisatawan per hari. Jumlah pengunjung diperkirakan masih akan terus bertambah hingga puncak libur Tahun Baru 2026. [fiq/but]






