Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mojokerto mencatat adanya peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel pada Oktober 2025. TPK hotel di Kabupaten Mojokerto tercatat sebesar 32,77 persen, atau naik 2,12 poin dibandingkan bulan September 2025 yang berada di angka 30,65 persen.
Kepala BPS Kabupaten Mojokerto, Dwi Yuhenny, mengatakan kenaikan tersebut menunjukkan adanya pergerakan aktivitas wisata dan perjalanan di wilayah Mojokerto, meskipun masih dalam kategori hunian menengah. “TPK hotel pada Oktober 2025 mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya,” ungkapnya, Sabtu (27/12/2025).
Hal ini, lanjutnya, mengindikasikan adanya pertumbuhan aktivitas tamu hotel, baik untuk keperluan wisata maupun perjalanan lainnya. Selain TPK, BPS juga mencatat Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) hotel di Kabupaten Mojokerto pada Oktober 2025 mencapai 1,03 hari. Angka ini sedikit meningkat dibandingkan bulan September 2025.
Dengan rata-rata lama menginap tamu relatif stabil dan tidak menunjukkan perbedaan antara tamu asing dan domestik. Pada Oktober 2025, RLMT tamu asing tercatat sebesar 1,03 hari, demikian pula RLMT tamu Indonesia yang juga berada di angka 1,03 hari. Peningkatan TPK dan RLMT tersebut dapat menjadi sinyal awal pemulihan sektor perhotelan di Kabupaten Mojokerto.
“Namun, diperlukan upaya berkelanjutan dari berbagai pihak untuk mendorong peningkatan kunjungan dan lama tinggal wisatawan. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata sangat diperlukan untuk terus meningkatkan daya tarik kunjungan ke Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya. [tin/kun]






