Surabaya (beritajatim.com) – Atlet panjat tebing Jawa Timur, Alma Ariella Tsany, sukses meraih medali emas kategori perorangan lead pada ajang SEA Games di Thailand setelah berhasil mencapai posisi top di babak final.
Capaian impresif atlet asal Gresik ini menjadi bukti keberhasilan pembinaan berjenjang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur yang dimulai dari level Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Ketua FPTI Jawa Timur, Dhanu Iswara, menyambut positif prestasi membanggakan yang diraih atlet yang akrab disapa Alma tersebut pada Rabu (24/12/2025). Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil yang sudah sesuai dengan target tim, meski beberapa rekan atlet lainnya masih berproses untuk mengikuti jejak serupa.
“Bagi FPTI Jatim ini menjadi aset sekaligus role mdel pembinaan. Sebab Alma tumbuh dan berkembang sebagai atlet melalui Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan beberapa kejuaraan lain,” ujar Dhanu Iswara.
Keberhasilan di Thailand ini diproyeksikan menjadi modal krusial bagi Pengprov FPTI Jawa Timur untuk menatap ajang yang lebih besar, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Dhanu menekankan bahwa persiapan jangka panjang harus segera diintensifkan guna mempertahankan dominasi Jatim di kancah nasional.
“Memang masih jauh, masih ada waktu efektif dua tahun, tapi memang perlu kesiapan dan latihan sejak dini,” tambahnya.
Dalam laga final di Thailand, Alma Ariella Tsany tampil dominan dengan mengungguli rekan setimnya, Sukma Lintang Cahyani, yang harus puas membawa pulang medali perak. Sementara itu, medali perunggu kategori ini jatuh ke tangan atlet tuan rumah, Natcha Supavorased.
Dominasi Alma di tingkat Asia Tenggara memicu optimisme FPTI Jatim untuk mendorong sang atlet ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi. Dhanu menegaskan bahwa target berikutnya adalah membawa atlet binaan Jawa Timur bersaing di level Asia hingga kejuaraan dunia.
“Obsesi kami melangkah ke sana, tinggal menunggu kesempatan,” tegas Dhanu.
Pada ajang SEA Games kali ini, Alma berangkat ke Thailand bersama tiga atlet Puslatda lainnya, yakni Nur Ismatul Sakdiah, Mayra Azalia Nabila, dan Bomantara Bintang Prayuda. Berbeda dengan Alma, ketiga atlet tersebut turun di kategori boulder.
Terkait hasil yang dicapai oleh ketiga atlet di kategori boulder, Dhanu mengaku tetap optimistis dan tidak terlalu risau. Ia menilai kegagalan meraih medali di nomor tersebut menjadi bahan evaluasi untuk berbenah, mengingat para atlet tersebut murni merupakan produk pembinaan lokal Jawa Timur.
“Keempatnya adalah atlet hasil dari pelaksanaan Porprov maupun dari kejuaraan tingkat daerah. Ini membuktikan Porprov dan kejurda maupun kejuaraan lain bisa menghasilkan atlet masa depan,” tutup Dhanu. [way/ian]






