Surabaya (beritajatim.com) – Aktivitas ekonomi di Kota Pahlawan menunjukkan sinyal positif menjelang penutupan tahun 2025. Bank Indonesia (BI) melalui Kantor Perwakilan Provinsi Jawa Timur memprakirakan kinerja penjualan eceran di Surabaya pada November 2025 akan mengalami peningkatan secara tahunan seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat menyambut momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE), Indeks Penjualan Riil (IPR) Kota Surabaya pada November 2025 diprakirakan mencapai angka 489,4. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 19,7% (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian pada bulan sebelumnya.
Direktur Eksekutif Kantor Perwakilan BI Jawa Timur, Ibrahim, dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa lonjakan kinerja ini didorong oleh beberapa kelompok komoditas utama.
“Peningkatan kinerja penjualan diprakirakan berasal dari kelompok suku cadang dan aksesori, barang budaya dan rekreasi, serta subkelompok sandang,” jelas Ibrahim. Hal ini selaras dengan persiapan masyarakat menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya memicu konsumsi produk pakaian dan hobi.
Meskipun secara tahunan tumbuh pesat, secara bulanan (month-to-month) penjualan eceran pada November 2025 diprakirakan tumbuh melambat di level 0,0%, sedikit lebih rendah dari pertumbuhan Oktober yang tercatat sebesar 0,4%.
Keyakinan para pelaku usaha ritel di Surabaya juga terpantau tetap kuat untuk tahun mendatang. Survei menunjukkan Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) pada Januari 2026 diprediksi mencapai 174,4, naik dari angka 170,7 pada Desember 2025. Optimisme ini didorong oleh berlanjutnya tren konsumsi pasca-momen Tahun Baru.
Selain Januari, lonjakan penjualan juga diprediksi kembali terjadi pada April 2026 dengan IEP sebesar 164,6. Momentum Hari Kartini menjadi faktor penopang kuatnya permintaan masyarakat pada periode tersebut.
Seiring dengan meningkatnya permintaan, masyarakat diimbau untuk memperhatikan potensi kenaikan harga. Bank Indonesia memprakirakan adanya peningkatan tekanan inflasi pada tiga dan enam bulan mendatang.
Indeks Ekspektasi Harga Umum pada Januari 2026 diprakirakan naik ke angka 158,5 (dari 148,8 pada Desember). Sementara itu, pada April 2026, indeks harga diprediksi kembali merangkak naik ke level 162,2.
Kinerja positif penjualan eceran di Surabaya ini sejalan dengan tren nasional, di mana IPR Nasional pada Oktober 2025 juga terjaga positif di angka 219,7 atau tumbuh 4,3% (yoy). Keberhasilan Surabaya menjaga ritme konsumsi ini tidak lepas dari rangkaian acara regional seperti Pekan Raya Jatim dan Jatim Fest yang sukses memacu belanja warga di bulan-bulan sebelumnya.[rea]






