Bojonegoro (beritajatim.com) – Intensitas hujan tinggi masih melanda Bojonegoro, memicu genangan di sejumlah titik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) setempat menyiagakan sembilan unit pompa air dengan beragam kapasitas.
Langkah operasional ini dirancang untuk meminimalisir dampak banjir dan mempercepat surutnya air. “Target kami, durasi genangan bisa ditekan sehingga aktivitas warga cepat normal kembali,” ujar Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro, Helmy Elizabeth, Kamis (18/12/2025).
Dari total pompa yang disiapkan, delapan unit berkapasitas 50 liter per detik dan satu unit berkapasitas 80 liter per detik. Beberapa di antaranya berupa pompa portabel yang ditempatkan di lokasi rawan, seperti di Jalan Patimura dan Jalan Panglima Sudirman.
Helmy menjelaskan, selain pemompaan, penyebab genangan seperti sedimentasi saluran drainase juga menjadi perhatian. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya untuk melakukan pembersihan rutin.
Hal ini, lanjut Helmy, penting untuk menjaga aliran air dari hulu ke Bengawan Solo tetap lancar. “Kami juga berkolaborasi dengan BPBD dan dinas terkait. Koordinasi lintas perangkat daerah menjadi kunci untuk penanganan yang cepat dan berkelanjutan,” tambahnya.
Efektivitas kesiapsiagaan ini terbukti saat hujan deras melanda wilayah perkotaan Bojonegoro pada Senin (8/12/2025). Genangan di Jalan Panglima Sudirman yang muncul pukul 15.30 WIB berhasil disurutkan dalam waktu 30–45 menit setelah pompa dioperasikan.
Untuk jangka panjang, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) merencanakan penambahan tiga unit pompa berkapasitas besar, masing-masing 100 liter per detik, pada 2026. Pompa permanen dan semi permanen ini rencananya akan dipasang di Jalan Patimura, Gang Irigasi Jalan Setyo Budi, dan Gang Thohir Jalan Panglima Sudirman.
“Pemasangan di Gang Thohir telah mendapat izin dari Wakil Bupati dan akan ditempatkan di halaman rumah dinas sehingga tidak mengganggu akses warga,” jelas Helmy.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan berkelanjutan, lima personel lapangan selalu siaga setiap hari, meski cuaca cerah, untuk memastikan respons yang cepat saat hujan tiba. (lus/kun)






