Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2026, meningkat dari capaian saat ini di kisaran 5,5 persen, Selasa (16/12/2025).
Target ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengingat potensi ekonomi bruto kota yang telah mencapai sekitar Rp700 triliun.
“Saat ini pertumbuhan ekonomi Surabaya berada di kisaran 5,5 persen. Target tahun depan harus ditingkatkan hingga di atas 6 persen,” kata Eri Cahyadi, Selasa (16/12/2025).
Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen tersebut, Pemkot Surabaya mendorong langkah kolaboratif dari seluruh tim strategis, mulai dari TPID, TP2DD, TPAKD, perguruan tinggi, hingga tim percepatan ekonomi.
Eri menjelaskan, sinergi berbagai elemen ini sangat penting karena menunjukkan bahwa langkah Pemkot sudah sejalan dengan agenda nasional, di mana pertumbuhan optimal bisa dicapai ketika seluruh aspek bergerak bersama.
“Pertumbuhan ekonomi yang optimal bisa dicapai ketika seluruh aspek bergerak bersama,” ungkap Eri.
Menurut Eri, fokus utama dari tim ini adalah menjaga inflasi melalui integrasi digitalisasi dengan peningkatan akses keuangan daerah, yang krusial untuk menopang permodalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang optimal.
“Dalam pengendalian inflasi, misalnya, digitalisasi harus terintegrasi dengan data kebutuhan komoditas yang tercantum dalam indeks dan neraca komoditas. Data tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam pemenuhan kebutuhan pasar,” jelasnya.
Diketahui, kinerja ekonomi Surabaya saat ini sedang berada pada fase positif, ditandai dengan IPM 85,6 persen, investasi Rp40,48 triliun, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2024 sebesar 5,5 persen, angka kemiskinan 3,5 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,84 persen, dan Gini Rasio 0,369.
Namun, Eri mengungkapkan ada satu kendala yang sedang dihadapi, yaitu terkait keterbatasan data ekspor-impor dari otoritas kepelabuhanan dan logistik yang menghambat BPS dalam menghitung pertumbuhan ekonomi secara akurat.
Oleh karena itu, pemerintah daerah bersama BI dan OJK akan mengambil peran dalam validasi data tersebut, yang dianggap penting untuk mengetahui potensi riil pertumbuhan ekonomi Surabaya.
“Ini penting untuk mengetahui potensi riil pertumbuhan ekonomi Surabaya. Sebagai kota jasa dan gerbang utama Indonesia Timur, Surabaya memiliki potensi ekonomi yang sangat besar,” pungkasnya. (rma/ian)






