Surabaya (beritajatim.com) – Program Kampung Asri yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya di Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali dilanjutkan pada akhir 2025.
Kali ini, mahasiswa mengarahkan kegiatan pada penguatan potensi lokal dengan fokus pengembangan kampung wisata berbasis buah markisa.
Program tersebut dijalankan oleh KKN kelompok 08 Ubhara Surabaya yang melibatkan 15 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi, Manajemen, dan Teknik Sipil. Kegiatan berlangsung selama dua bulan, November hingga Desember 2025.
Jika pada KKN sebelumnya mahasiswa lebih banyak melakukan pemetaan potensi dan perubahan pola pikir warga, tahun ini pendekatan diarahkan pada pemberdayaan ekonomi dan penataan lingkungan.
Koordinator mahasiswa KKN, Junjung, mengatakan Desa Kwangsan memiliki banyak potensi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Tanaman markisa, kelor, dan berbagai sayuran tumbuh di lingkungan warga, namun belum dikemas sebagai nilai tambah ekonomi. Melalui konsep Kampung Asri, potensi tersebut disusun menjadi paket kampung wisata markisa.
“Pendekatannya sederhana, memanfaatkan apa yang sudah ada di kampung. Markisa kami tata supaya tidak hanya produktif, tapi juga memperindah lingkungan,” ujar Junjung, Selasa (16/12/2025).
Salah satu program utama yang dijalankan adalah pembuatan kerangka tanaman markisa rambat di sepanjang lingkungan RT 07 RW 04. Kerangka tersebut berfungsi sebagai media tumbuh tanaman sekaligus elemen estetika kampung. Penataan ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat yang melintas dan menjadi identitas visual kampung wisata markisa.
Salah satu peserta KKN, Ali Akbar menyebutkan bahwa penataan markisa dilakukan bersama warga melalui pendataan potensi dan perumusan program secara partisipatif.
Menurutnya, tanaman markisa sebenarnya tumbuh subur di wilayah tersebut, namun belum tertata dengan baik. “Dengan pemasangan kerangka markisa di sepanjang kampung, lingkungannya jadi lebih rapi dan asri,” katanya.
Hal senada disampaikan Yohana Holy yang menilai penataan lingkungan dapat memberikan dampak visual yang langsung dirasakan warga. Selain itu, mahasiswa juga mengadakan sosialisasi budidaya markisa dan pelatihan pemanfaatan markisa sebagai peluang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk mendukung program tersebut, mahasiswa menghadirkan narasumber Dr. Nurul Immah, dosen Fakultas Ekonomi Ubhara Surabaya.
Warga diajak mempraktikkan pembuatan makanan dan minuman berbahan dasar markisa, sekaligus mendapatkan pelatihan pengemasan produk agar lebih menarik dan memiliki nilai jual.
Mahasiswa juga memberikan edukasi pengelolaan media sosial sebagai sarana promosi UMKM agar produk olahan markisa dapat dipasarkan lebih luas.
Program pendukung lainnya meliputi pelatihan eco print bagi siswa MI Darun Najah Kwangsan serta sosialisasi dampak kenakalan remaja dan narkoba yang melibatkan tokoh masyarakat setempat.
Dosen Pembimbing KKN, Dr. M. Fadeli menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan sejalan dengan visi kampus berdampak.
Menurutnya, inisiasi kampung wisata markisa berpotensi menciptakan peluang usaha baru berbasis potensi lokal serta memberi dampak ekonomi dan sosial bagi warga.
Kepala Desa Kwangsan, Sutrisno menilai program KKN Ubhara Surabaya selaras dengan program pemerintah desa dalam mewujudkan kampung asri. Ia menyebut RT 07 sebelumnya telah meraih juara kampung asri tingkat Kecamatan Sedati.
“Ikon markisa bisa menjadi ciri khas lingkungan kami. Jika dikembangkan sebagai potensi wisata, tentu akan memberi nilai lebih bagi masyarakat,” ujarnya. [ipl/but]






