Jember (beritajatim.com) – Luapan air Sungai Bedadung di Kabupaten Jember, Jawa Timur menyasar rumah 1..271 Keluarga, Senin (15/12/2025) hingga Selasa (16/12/2025) dini hari. Sebanyak 16 orang lanjut usia,10 balita, dan seorang ibu hamil terdampak banjir yang terjadi di 20 lokasi.
Selain Sungai Bedadung, Sungai Kalijompo, Sungai Rembangan, Sungai Mayang, Sungai Gila, dan Sungai Dinoyo meluap menyusul hujan yang turun sejam pukul 11 siang.
“Selain banjir, hujan juga menyebabkan terjadinya longsor dan pohon tumbang,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jember Indra Tri Purnomo, Selasa (16/12/2025).
Banjir dengan ketinggian air 30-40 centimeter yang terjadi di dekat Rumah Sakit Paru, Lingkungan Krajan, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang menyebabkan 23 keluarga terdampak.
Ketinggian air di Kampung Ledok Kebun Lor, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates mencapai 80-120 centimeter merendam 26 rumah.
Tak hanya rumah yang jadi sasaran banjir. Jembatan Desa Patemon di belakang Koramil Arjasa, Kecamatan Pakusari, tergerus tiga meter dan terputus.
Dapur rumah Pak Cokro di Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates. Begitu juga dinding rumah Pak Samawi.
Banjir terjadi pula di Perum Puri Antirogo 1, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari dengan ketinggian 60-80 centimeter.
BPBD mendirikan tiga tenda di Perumahan Villa Indah, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates untuk 200 jiwa yang terdampak banjir dengan ketinggian 50-120 centimeter.
Sememtara itu di Gladak Kembar, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, banjir pada ketinggian 50-100 centimeter.
Empat keluarga di Gang Melon Lingkingan Griya Pahlawan Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, mengungsi di musala, karena rumah masih terendam air setinggi 50-150 centimeter. Sebuah rumah juga hanyut.
Banjir dengan ketinggian 1,5-2 meter menenggelamkam rumah 50 keluarga di Jalan Bengawan Solo, Lingkungan Tegal Boto Lor, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari.
Rumah 23 keluarga di Gang Veteran, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari terdampak banjir.
Begitu pula di Jalan Ciliwung, Lingkungan Wetan Kantor, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, Jalan Moch.Sroeji, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, dan Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.
Banjir tak hanya melanda kawasan perkotaan, namun juga Dusun Krajan 2, Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat. Rumah Ibu Farida Ariyani rusak berat sehingga harus mengungsi.
Air menggerus plengsengan rumah sehingga penahan dinding ambrol. Jembatan penghubung perdusunan retak.
Tujuh rumah, dua kandang ternak, dan satu musala di Dusun Prasean 1, Kelurahan Glagahwero, Kecamatan Kalisat terendam air setinggi 60 centimeter.
“Warga terdampak melakukan evakuasi perabotan rumah tangga dan bersih-bersih ruma. Jam sembilan malam banjir sudah surur,” kata Indra.
Bu Inneke Kristiana yang berusia 52 fahun terpaksa dievakuasi dari rumahnya yang terendam air setinggi 100-120 cenrimeter Dia tak sendirian karena ada 57 jiwa warga Perum Kodam V Brawijaya, di Lingkungan Wonosari, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, terdampak.
Air berlumpur setinggi 40 centimeter merendam rumah 19 keluarga di Dusun Gempal, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari. Kondisi serupa juga terlihat di Desa Kaliwining Kulon dan Desa Curah Ancer Kecamatan Rambipuji.
Korban banjir terbanyak di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Ada 736 keluarga di sana jadi korban. Sementara di Dusun Gumuk Bago, 217 keluarga terdampak. [wir/beq]






