Gresik (beritajatim.com) – Gresik United (GU) berada dalam tekanan besar jelang laga krusial menghadapi Perseden Denpasar pada lanjutan kompetisi Liga 3 yang digelar di Stadion Thor Surabaya, Selasa sore (16/12/2025). Di laga ini, tim berjuluk Laskar Joko Samudro wajib menang. Jika sampai kalah, cacian menanti.
Hasil minor di laga sebelumnya membuat posisi Gresik United rawan disalip pesaing. Kondisi tersebut memicu kekecewaan suporter berjuluk Ultras Gresik yang mulai kehilangan kesabaran.
Kemenangan atas Perseden menjadi satu-satunya cara untuk meredam kritik sekaligus menjaga asa bertahan di papan persaingan Grup D.
Manajer Gresik United, Thoriqi Fajrin, menuturkan pada laga besok seluruh pemain telah dipersiapkan secara mental dan fisik. Evaluasi menyeluruh dilakukan, terutama pada lini belakang yang kerap kehilangan konsentrasi.
“Mohon doanya laga melawan Perseden ibarat hidup mati. Tidak ada alasan untuk tidak berjuang maksimal,” tuturnya, Senin (15/12/2025).
Di sisi lain, Perseden bukan lawan yang bisa dianggap remeh. Tim asal Bali tersebut datang dengan motivasi tinggi dan berambisi mencuri poin. Mereka diprediksi akan bermain disiplin dan memanfaatkan setiap celah yang ditinggalkan tuan rumah.
Tekanan paling besar justru datang dari Gresik United. Suporter fanatiknya menuntut kemenangan sebagai harga mati. Jika gagal meraih tiga poin, cacian dan kritik keras dipastikan mengalir deras, baik di stadion maupun media sosial.
Kini semuanya bergantung pada performa di lapangan. Gresik United wajib membuktikan diri bahwa mereka masih layak diperhitungkan. Menang adalah keharusan, kalah berarti bersiap menghadapi badai kritik. (dny/kun)






