Gresik (beritajatim.com) – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah tinggal di kawasan padat penduduk Jalan Sunan Giri Gang V/26, Kabupaten Gresik, pada Sabtu (13/12/2025) pagi. Diduga dipicu oleh hubungan arus pendek atau korsleting listrik, insiden ini memaksa belasan personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik berjibaku selama dua jam untuk menjinakkan api yang sempat membuat warga sekitar panik.
Peristiwa bermula ketika warga dikejutkan oleh kobaran api yang muncul mendadak dari ruang tengah rumah milik Samsul Laili. Material bangunan dan isi rumah yang mudah terbakar membuat api menjalar dengan sangat cepat dalam hitungan detik.
“Kejadiannya pagi pukul 07.48 WIB saat itu warga yang sedang santai. Tiba-tiba dikagetkan ada rumah yang terbakar milik Samsul Laili,” ujar Yazid, salah satu saksi mata di lokasi kejadian, Sabtu (13/12/2025).
Khawatir api akan merembet ke pemukiman warga lainnya, laporan segera diteruskan ke posko Damkar Gresik Kota. Merespons laporan tersebut, Komandan Regu Damkarla segera menerjunkan tim ke lokasi. Sebanyak 13 personel dikerahkan lengkap dengan satu unit mobil pemadam utama dan dua unit mobil suplai air untuk memblokir penyebaran api.
Petugas piket Damkar Gresik, Sulyono, menjelaskan strategi pemadaman yang dilakukan timnya di lapangan.
“Kami fokuskan pemadaman dari beberapa sisi agar api cepat dilokalisir. Kondisi bangunan yang sebagian terbuat dari material mudah terbakar membuat api cepat membesar,” tutur Sulyono.
Setelah upaya pemadaman intensif, api berhasil dikuasai sepenuhnya dua jam kemudian. Petugas langsung melakukan proses pembasahan dan pendinginan di area puing-puing bangunan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup besar mengingat mayoritas bangunan dan perabotan di dalamnya hangus tak tersisa. Pihak Damkarla Gresik pun mengingatkan warga untuk lebih teliti terhadap instalasi kelistrikan rumah.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik aman serta tidak meninggalkan sumber api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan,” kata Sulyono. [dny/beq]






