Kediri (beritajatim.com) – The Hermawan Village, kawasan hunian yang dikembangkan Sekar Pamenang Group, menegaskan komitmennya dalam penguatan masyarakat lokal melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dengan memfasilitasi studi banding bagi perwakilan warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan wawasan praktis pengelolaan kawasan sungai yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi.
Studi banding tersebut mengambil lokasi di Kampung Wisata Ikan Gajah Wong, Yogyakarta, yang dikenal sebagai contoh keberhasilan revitalisasi kawasan bantaran sungai berbasis partisipasi warga. Kawasan ini dinilai relevan sebagai referensi pengembangan irigasi Bagindo di Kelurahan Karangrejo.
Sebanyak 33 peserta mengikuti kegiatan ini dengan komposisi multipihak. Mereka terdiri dari perangkat Desa Karangrejo, ketua RT dan RW di wilayah irigasi Bagindo, perwakilan warga, pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani (Poktan), serta unsur Karang Taruna.
Keterlibatan lintas sektor ini dirancang agar hasil pembelajaran tidak berhenti pada individu, tetapi dapat disosialisasikan dan diimplementasikan secara kolektif dalam perencanaan pembangunan desa.
CSR Berbasis Potensi Lokal dan Kemandirian Ekonomi
Corporate Secretary The Hermawan Village, Anturina Ameilyawati, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi perusahaan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar kawasan pengembangan.
“Kami melihat potensi besar di kawasan irigasi Bagindo di Kelurahan Karangrejo. Melalui studi banding ke Gajah Wong ini, kami berharap para peserta dapat melihat langsung bagaimana inisiatif warga yang solid mampu mengubah area yang sebelumnya mungkin terabaikan menjadi kawasan yang hidup, bermanfaat, dan bernilai wisata,” ujarnya.
Menurut Anturina, pendekatan CSR tidak hanya berhenti pada bantuan fisik, tetapi juga pada transfer pengetahuan dan pembentukan pola pikir pembangunan berbasis komunitas.
Belajar dari Model Gajah Wong: Konservasi, Perikanan, dan Wisata
Dipilihnya Kampung Wisata Ikan Gajah Wong bukan tanpa pertimbangan. Kawasan ini berhasil mengintegrasikan konservasi lingkungan sungai, budidaya perikanan air mengalir, serta pengembangan wisata berbasis komunitas secara berkelanjutan.

Selama kegiatan, peserta mempelajari berbagai aspek, mulai dari manajemen kelembagaan wisata, teknik budidaya ikan di aliran sungai, hingga strategi pemasaran dan pelibatan masyarakat lokal dalam operasional harian kawasan wisata.
Rombongan juga mengunjungi Unit Pengolahan Sampah (UPS) Karangmiri, Mrican, yang berada dalam kompleks wisata Gajah Wong, untuk melihat secara langsung praktik pengelolaan sampah terpadu sebagai bagian tak terpisahkan dari pengelolaan lingkungan.
Aspirasi Replikasi di Irigasi Bagindo Karangrejo
Kepala Desa Karangrejo, Juwariyah, menyampaikan apresiasinya atas fasilitasi yang diberikan The Hermawan Village.
“Kunjungan ini sangat inspiratif untuk diterapkan di Irigasi Bagindo di Desa Karangrejo. Kami optimis model pengelolaan ini dapat bermanfaat optimal bagi warga dan lingkungan, terlebih lagi dalam mendukung pengembangan potensi lokal di Kabupaten Kediri,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa studi banding ini juga menjadi bagian dari program Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, guna memperkaya perspektif perangkat desa dalam pembangunan berbasis komunitas dan lingkungan.
Dukungan dari Pengelola Kampung Wisata Gajah Wong
Ketua Kampung Wisata Bendung Lepen Gajah Wong, Suwarto, menyambut baik rencana replikasi tersebut.
“Semua hal positif yang ada di pengelolaan wisata kami ini boleh ditiru dan diterapkan di Kediri. Harapan kami, implementasinya nanti justru bisa lebih baik lagi dan membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Karangrejo,” kata Suwarto.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan kawasan sungai sangat ditentukan oleh konsistensi warga dan sinergi antaraktor lokal.
Visi Transformasi Irigasi Menjadi Destinasi Wisata
Anturina menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah memantik gagasan baru pasca-studi banding.
“Kami berharap sekembalinya dari Yogyakarta, muncul ide-ide segar dan semangat baru untuk mengelola kawasan sungai di lingkungan Bagindo. Visi kami adalah agar wilayah tersebut tidak hanya menjadi saluran irigasi biasa, tetapi bertransformasi menjadi kawasan yang bermanfaat bagi penduduk sekitar sekaligus menjadi tujuan wisata strategis baru di daerah Kediri dan sekitarnya,” tambah Anturina. [nm]






