Madiun (beritajatim.com) – Suasana tenang di Pondok Lansia, Kelurahan Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, mendadak berubah tegang setelah ditemukan sebuah benda mencurigakan yang diduga granat di area belakang bangunan pada Jumat (12/12/2025). Temuan yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu langsung menarik perhatian warga dan membuat aparat keamanan bergerak cepat.
Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh penjaga pondok, Andi Koko Prasetyo (48). Saat itu, Andi baru saja mengawal salah satu penghuni lansia yang hendak keluar melalui area belakang pondok. Ia kemudian berniat menutup pintu kembali. Ketika berjalan melewati selasar dekat kolam, ia melihat sesuatu yang tampak asing di celah lantai.
“Saya lihat kok seperti benda asing. Saya berhenti sebentar, terus balik lagi karena curiga. Setelah saya perhatikan, kok bentuknya mirip granat. Sempat saya angkat sebentar, berat. Saya taruh lagi, lalu saya foto dan laporkan ke kantor,” tutur Andi.
Pihak pengelola pondok segera meminta Andi menghubungi Babinsa. Tidak lama kemudian, Babinsa tiba di lokasi untuk memastikan laporan tersebut. Informasi kemudian diteruskan ke kepolisian. Petugas Polsek Kartoharjo dan Polres Madiun Kota datang dan langsung memasang garis polisi serta mengosongkan area sekitar temuan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.
Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, menegaskan bahwa pihaknya langsung merespons cepat demi keselamatan warga, terutama karena lokasi berada di lingkungan hunian lansia. “Begitu menerima laporan, kami langsung mengamankan lokasi dan menghubungi Tim Jibom Brimob untuk melakukan identifikasi. Prioritas kami adalah keselamatan warga. Saat ini tim sedang melakukan pemeriksaan mendetail untuk memastikan apakah benda tersebut benar granat aktif atau bukan,” jelasnya.
Selain memastikan keamanan lokasi, kepolisian juga mulai menelusuri asal-usul benda tersebut. AKBP Wiwin menyampaikan dugaan awal bahwa benda itu mungkin ikut terbawa material tanah urug saat pembangunan selasar pondok. “Namun semua kemungkinan tetap kami dalami. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melapor jika menemukan benda mencurigakan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi awal dari petugas di lapangan, benda tersebut diduga sempat tertimbun tanah dan baru terlihat setelah area tersebut terkikis air hujan. Proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari dokumentasi visual, pengukuran jarak aman, hingga penyusunan laporan kepada pimpinan.
Sementara itu, Tim Jibom Brimob Detasemen C Polda Jatim masih melakukan identifikasi lanjutan untuk memastikan kondisi dan tingkat bahaya benda tersebut. Polisi tetap berjaga di lokasi hingga dinyatakan aman, sambil terus mengimbau warga sekitar agar tidak panik dan menjaga jarak dari area temuan.
Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan pihak kepolisian akan memberikan pembaruan setelah proses identifikasi selesai. (rbr/ian)






