Blitar (beritajatim.com) – Stadion Penataran, Nglegok, Kabupaten Blitar kembali bergemuruh pada Kamis (11/12/2025). Setelah sekian lama tertidur dalam vakum kompetisi, “Singo Lodro” julukan PSBI Blitar akhirnya kembali merumput di ajang Liga 4 Jawa Timur.
Kembalinya tim kebanggaan warga Blitar ini ditandai dengan kemenangan manis 2-0 atas saudara mudanya, Blitar Poetra, dalam laga yang sarat gengsi. Kemenangan ini tak hanya memecah kebuntuan prestasi, tetapi juga meledakkan euforia ribuan suporter PSBI Blitar.
Koordinator Freedom Gate (basis suporter PSBI), Resam, tak bisa menyembunyikan keharuannya. Baginya, melihat PSBI kembali berlaga di kompetisi resmi adalah sebuah oase di tengah gurun pasir. Ia menyebut masa vakum klub sempat membuat komunitas suporter kehilangan arah dan wadah ekspresi.
“Ketika vakum itu rasanya kosong. Suporter bingung mau apa, mau ke mana. Alhamdulillah musim ini sudah kembali berjalan, PSBI ikut Liga lagi. Perlahan, sepak bola Blitar mulai hidup kembali,” ungkap Resam pada Jumat (12/12/2025).
Meski sempat vakum, soliditas Freedom Gate terbukti tak luntur. Ratusan pendukung setia tetap hadir, bernyanyi, dan memberikan energi baru bagi para pemain di lapangan. Resam berharap momentum ini terus terjaga hingga PSBI bisa melangkah jauh.
“Ingin PSBI melangkah sejauh mungkin di musim ini. Syukur-syukur bisa dapat rezeki masuk putaran nasional. Itu bakal jadi kejutan dan kebanggaan bagi kami suporter dan masyarakat Blitar,” tambahnya.
Kemenangan 2-0 atas Blitar Poetra dinilai sebagai bukti bahwa talenta muda Blitar memiliki mental petarung. Tak ingin semangat ini kendor, Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Beky Herdihansah langsung melempar tantangan sekaligus apresiasi. Ia menargetkan PSBI untuk menembus delapan besar, bahkan empat besar Liga 4 Jatim. Tak tanggung-tanggung, bonus puluhan juta rupiah telah disiapkan untuk membakar motivasi pemain.
“Kalau nanti masuk empat besar, saya kasih bonus Rp30 juta untuk PSBI. Hal ini untuk memotivasi mereka agar bisa melangkah lebih jauh,” tegas Beky
Beky juga menegaskan, jika target tersebut tercapai, manajemen tak segan untuk merogoh kocek lebih dalam guna merekrut pemain-pemain yang lebih berkualitas untuk memperkuat tim di fase selanjutnya.
Lebih dari sekadar skor akhir, kembalinya atmosfer “gila bola” di Blitar adalah kemenangan sesungguhnya. Beky mengaku terheran-heran sekaligus takjub melihat antusiasme penonton yang membludak, seolah membuktikan bahwa cinta masyarakat Blitar terhadap PSBI tak pernah mati.
“Saya heran, suporter kanan penuh, kiri juga penuh. Yang hadir semuanya dukung PSBI. Itu luar biasa,” pungkasnya. [owi/beq]






