Magetan (beritajatim.com) – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan terus mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata menjelang akhir tahun. Hingga 10 Desember 2025, capaian PAD dari dua destinasi unggulan yakni Telaga Sarangan dan Telaga Wahyu telah mencapai 85,90 persen dari target Rp21,186 miliar.
Pejabat Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda, Didik Kurniyawan, menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat kekurangan sekitar Rp3 miliar. Dengan sisa waktu 21 hari sebelum tahun anggaran berakhir, pihaknya melakukan berbagai upaya percepatan.
Salah satu strategi utama adalah penambahan jam kerja petugas pemungut retribusi. Pada hari biasa, jadwal dimulai pukul 06.30 hingga 22.00. Sementara pada akhir pekan dan hari libur, pemungutan retribusi berlangsung hingga pukul 23.00 bahkan 24.00.
Selain itu, Disbudpar juga menempatkan petugas untuk melakukan pengecekan ulang tiket retribusi di beberapa titik rawan lolos, seperti pintu masuk timur dekat Hotel Rezeki dan Pertigaan Dewi. Mekanisme penyaringan berlapis ini diterapkan agar wisatawan yang terlewat dari gerbang utama tetap dapat terdeteksi.
“Harapannya, kebijakan ini bisa menambah pemasukan retribusi Telaga Sarangan maupun Telaga Wahyu,” ujar Didik.
Meski optimistis, ia menegaskan bahwa faktor non-teknis seperti kondisi cuaca ekstrem dapat mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan. Untuk itu, Disbudpar telah mengeluarkan edaran kepada para pengelola daya tarik wisata terkait langkah-langkah antisipasi potensi bencana atau kejadian yang membahayakan pengunjung.
Pihaknya juga masih menunggu hasil rakor yang akan digelar Polres Magetan. Arahan dari Kapolres dan Dandim dinilai penting untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Dengan sisa waktu yang tersedia dan berbagai langkah penguatan di lapangan, Disbudpar Magetan tetap menjaga optimisme bahwa target PAD pariwisata tahun ini dapat tercapai. [fiq/aje]






